Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi teratogen ekstrak daun gandarusa (justicia gendarussa burm.f.) terhadap mencit yang diberikan selama periode organogenesis. penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan empat pcrlakuan dan lima ulangan. perlakuan terdiri atas pemberian ekstrak daun gandarusa dengan dosis 0 g/kg bb (p0), 2 g/kg bb (p 1), 4 g/kg bb (p2), dan 6 g/kg bb (p3). perlakuan diberikan secara oral dari 6 - 15 hari kebuntingan (periode organogenesis). mencit dibedah pada hari ke-18 kebuntingan. parameter yang diamati yaitu jumlah fetus per litter, jumlah fetus dengan defek makroskopis, jumlah fetus resorp, dan rerata berat badan fetus per litter. data dalam persen ditransformasikan menjadi arc sin √y, lalu dianalisis menggunakan ana v a dan dilanjutkan uji jarak berganda duncan pada taraf 5%. hasil penelitian menunjukkan peningkatan dosis ekstrak daun gandarusa mempengaruhi jumlah fetus dengan defek makroskopis (bemoragi) dan rerata berat badan fetus per litter. namun demikian, pedakuan tersebut tidak mempengaruhi jumlah fetus per litter maupun jumlah fetus resorp. kata kunci: daun gandarusa, fetus, defek makroskopis
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POTENSI TERATOGEN EKSTRAK DAUN GANDARUSA (JUSTICIA GENDARUSSA BURM.F.) TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS L.). Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2011
Baca Juga : PENGARUH DAUN GANDARUSA (JUSTICIA GENDARUSSA BURM F.) TERHADAP VIABILITAS SPERMATOZOA MENCIT (Riska damaiyanti, 2022)
Abstract
Baca Juga : POTENSI EKSTRAK METANOL DAUN SERNAI (WEDELIA BIFLORA) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) DIBANDINGKAN IBUPROFEN (rizqan mubdi, 2015)