Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION
Nur Asnah Sitohang, EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL BIJI PUTAT AIR BARRINGTONIA RACEMOSA (L) SPRENG] TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS RATTUS NORVEGICUS GALUR WISTAR. Banda Aceh Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala,2022

Abstrak ekstrak biji barringtonia racemosa (l.) spreng mengandung flavonoid, terpenoid, glikosida dan saponin. aktivitas farmakologisnya yang akan dikaji adalah pada pengobatan luka. efektivitas penggunaannya dalam penyembuhan luka dapat ditingkatkan dengan cara diformulasi menjadi bentuk gel dengan menggunakan karbopol 940. keuntungan penggunaan gel adalah dapat menghantarkan bahan obat dengan baik,mudah merata apabila dioleskan pada kulit, memberikan sensasi dingin, dan tidak menimbulkan bekas di kulit. tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penyembuhan luka pada tikus (rattus norvegicus) galur wistar dengan pemberian sediaan gel ekstrak biji b. racemosa. penelitian ini dirancang dalam tiga tahapan penelitian. tahap pertama adalah skrining fitokimia. dilakukan di laboratorium biologi fakultas farmasi usu dan gc- ms dilakukan di nano material for new energy research centre (nre lab) medan. sampel diambil dari desa gampung pulo, kecamatan peudada, kabupaten bireun. hasil skrining fitokimia diketahui biji b. racemosa mengandung flavonoida, glikosida, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid. hasil gc-ms paling banyak terdapat senyawa 2- furancarboxaldehiyde, 5- (hydroxymethyl) (25,60%) dan 1,2-benzenedicarboxylic acid (14,28). tahap kedua adalah uji stabilitas fisik gel (organoleptis, homogenitas, ph dan viskositas). dilakukan di laboratorium kosmeseutika fakultas farmasi usu. formula gel dibuat dari campuran karbopol 940 2%, tea 2%, gliserin 2%, propilen 6% dan nipagin 0,2%. konsentrasi ekstrak biji b. racemosa yang digunakan 1%, 3%, 5% dan 7%. analisis data menggunakan kruskal - wallis. hasil uji organoleptis pada minggu ke-4, sediaan gel ekstrak biji b.racemosa dosis 5% dan 7% terjadi perubahan warna yaitu dari berwarna putih kekuningan menjadi kuning kecoklatan. hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan variasi formula sediaan gel ekstrak biji b.racemosa 5% dan 7% terhadap uji organoleptis terkait warna nilai p = 0.009 (0.05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan skor penyembuhan luka pada masing – masing perlakuan. perlakuan pada kelompok menggunakan sediaan gel ekstrak biji b. racemosa 7 % dapat menyembuhkan luka dengan cepat dibandingkan kelompok kontrol positif dengan selisih skor 1.11 -2.46. berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk mengisolasi senyawa aktif, uji daya sebar gel, cycling test dan melakukanpemeriksaan histologi dan epidermal growth factor pada penyembuhan luka menggunakan formula 7 %. kata kunci : barringtonia racemosa, design score, karbopol 940, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, triterpenoid.



Abstract

ABSTRACT Barringtonia racemosa (L.) Spreng kernel extract contains flavonoids, terpenoids, glycosides, and saponins. Its pharmacological activity to be studied is in wound treatment. The effectiveness of its use in wound healing can be increased by being formulated into a gel form using carbopol 940. The effectiveness of its use as a topical drug in wound healing can be increased by being formulated into a gel form using carbopol 940. The advantage of using the gel is that it can deliver medicinal ingredients well and easily spread evenly when applied to the skin. Skin provides a cooling sensation and does not leave marks on the skin. The objective of this study was to investigate the effectiveness of gel preparation B. racemosa kernel extract in accelerating the wound healing process in animal models. This research was designed in three stages of research. The first stage is phytochemical screening. It was conducted at the Biology Laboratory of the USU Faculty of Pharmacy and the GC- MS was conducted at the Nano Materials For New Energy Research Center (nRE Lab) Medan. Samples were taken from the village of Gampung Pulo village, Peudada sub district, Bireuen district. The results of phytochemical screening showed that B. racemosa kernel extract contained flavonoids, glycosides, saponins, tannins, triterpenoids, and steroids. The GC-MS results contained the most compounds 2-Furancarboxaldehyde, 5- (hydroxymethyl) (25.60%), and 1,2- benzenedicarboxylic acid (14.28). The second stage is the physical stability test of the gel (organoleptic, homogeneity, pH, and viscosity). It was conducted at the Cosmeeutics Laboratory of the USU Faculty of Pharmacy. The gel formula was made from a mixture of 2% carbopol 940, 2% TEA, 2% glycerin, 6% propylene and 0.2% nipagin. The concentration of B. racemosa kernel extract used was 1%, 3%, 5% and 7%. Data analysis using Kruskal - Wallis. In the results of the organoleptic test in the 4th week, B. racemosa kernel extract gel at doses of 5% and 7% showed a change in color from yellowish white to brownish yellow. The results of statistical tests obtained data that there was a significant effect of variations in the formulation of B. racemosa kernel extract gel preparation doses 5% and 7% on organoleptic tests related to color, P value = 0.009 (



    SERVICES DESK