Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Dhanni Riyanda, PERBANDINGAN DAYA DUKUNG MENGGUNAKAN METODE STATIS, DINAMIS, DAN HASIL UJI PDA PONDASI TIANG PANCANG JEMBATAN PEUREULAK. Banda Aceh Fakultas Teknik,2022

Pondasi merupakan elemen konstruksi yang terletak di bagian terbawah suatu konstruksi dan berfungsi untuk meneruskan beban struktur atas (upper structure) ke lapisan tanah dasar (bearing layer) yang ada di bawahnya. dalam merencanakan pondasi harus dapat memenuhi daya dukung yang direncanakan sebagai penunjang konstruksi yang stabil. dalam perencanaan pondasi dalam harus mengetahui kapasitas daya dukung pondasi dengan metode statis, dinamis, dan pda test. perhitungan daya dukung pondasi dapat menggunakan metode statis antara lain dengan spt. selain itu perhitungan daya dukung pondasi dapat juga dihitung menggunakan formula dinamis dengan metode danish dan eytelwein, berdasarkan data yang digunakan hasil uji pemancangan (calendering) pada pembangunan duplikasi jembatan peureulak. untuk mengontrol kapasitas dukung tiang terpasang dapat digunakan pda test. tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis kapasitas daya dukung tiang pancang dan melakukan perbandingan metode statis, dinamis, dan hasil uji pda. hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa nilai daya dukung tiang pancang menggunakan metode statis, dinamis, dan hasil uji pda. daya dukung yang dihasilkan pada penggunaan metode meyerhoff dengan nilai nrata-rata = 41,5 dan daya dukung rata-rata tiang pancang = 117,513 ton. hasil perhitungan penggunaan setiap metode dinamis dengan nilai kalendering (final set) yang berbeda, daya dukung rata-rata adalah, metode danish = 293,685 ton, metode eytelwein = 294,211 ton. daya dukung tiang pancang hasil uji pda adalah 317,125 ton. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode meyerhoff memiliki nilai daya dukung tiang terkecil, sedangkan metode danish dan eytelwein memiliki nilai daya dukung tiang lebih besar dari metode meyerhoff. daya dukung tiang pancang hasil uji pda memiliki nilai terbesar. perbedaan nilai daya dukung tiang dari metode statis, dinamis, dan hasil uji pda dapat disebabkan oleh parameter yang berbeda seperti keseragaman lapisan tanah, jenis pondasi yang digunakan, nilai final set, pengujian lapangan yang dilakukan dan persamaaan perhitungan.



Abstract

The foundation is a construction element located at the bottom of a construction and serves to transmit the load of the superstructure (upper structure) to the grade layer (bearing layer) below it. In planning the foundation must be able to meet the planned bearing capacity as a support for stable construction. In planning the deep foundation, it is necessary to know the bearing capacity of the foundation using static, dynamic, and PDA test methods. Calculation of the bearing capacity of the foundation can use static methods, among others, with the SPT. In addition, the calculation of the bearing capacity of the foundation can also be calculated using a dynamic formula using the Danish and Eytelwein methods, based on the data used from the calendering test results in the construction of the Peureulak Duplication Bridge. To control the bearing capacity of the installed pile, a PDA test can be used. The purpose of this research is to analyze the bearing capacity of piles and to compare the static, dynamic methods, and PDA test results. The results obtained from this study are the value of the bearing capacity of the pile using the static, dynamic method, and PDA test results. The resulting bearing capacity using the Meyerhoff method with an average value of N = 41.5 and an average pile bearing capacity of 117.513 tons. The calculation results using each dynamic method with different calendaring values (final set), the average carrying capacity is, Danish method = 293.685 tons, Eytelwein method = 294.211 tons. The pile bearing capacity of the PDA test results is 317.125 tons. Thus, it can be conclude that the Meyerhoff method has a pile bearing capacity value, while the Danish and Eytelwein methods have a pile bearing capacity value greater than the Meyerhoff method. The pile bearing capacity of the PDA test results has the largest value. The differences in pile bearing capacity values from static, dynamic methods, and PDA test results can be caused by different parameters such as uniformity of soil layer, type of foundation used, final set value, field tests performed and calculation equations.



    SERVICES DESK