Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Fachrurrazi, St, STRATEGI PENGEMBANGAN SARANA DANRNPRASARANA EKOWISATA KRUENG JALIN RNKOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Prog. Studi Magister Teknik Sipil,2022

Strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata krueng jalin kota jantho kabupaten aceh besar fachrurrazi nim 1804201010046 program studi magister teknik sipil jurusan teknik sipil - fakultas teknik universitas syiah kuala abstrak kawasan krueng jalin memiliki panorama yang indah dan daya tarik, sehingga mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan objek ekowisata. pengembangan ekowisata di krueng jalin saat ini terdapat tiga permasalahan yang mendasar. permasalahan pertama adalah terbatasnya sarana dan prasarana penunjang ekowisata. permasalahan kedua adalah menurut hasil observasi tahun 2021, wisatawan lokal sudah tidak terlihat ramai lagi mengunjungi wisata krueng jalin. permasalahan ketiga adalah kecamatan kota jantho saat ini baru memiliki satu objek wisata yang representatif dengan keinginan pengunjung yaitu jantho panorama park, yang baru dikembangkan pada tahun 2021. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting prasarana ekowisata di krueng jalin, mengetahui persepsi penduduk kabupaten aceh besar terhadap pengembangan ekowisata di krueng jalin, dan mengetahui strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin. penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara serta metode kuantitatif melalui kuesioner. responden ditujukan kepada penduduk kabupaten aceh besar sebanyak 100 jiwa dan narasumber ditujukan kepada stakeholders sebanyak 8 jiwa. analisis data digunakan deskriptif kualitatif, uji validitas, uji reliabilitas, deskriptif kuantitatif, dan analisis strengths weaknesses opportunities threats (swot). hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting prasarana di kawasan krueng jalin masih memerlukan peningkatan bila hendak dikembangkan sebagai objek ekowisata. penduduk kabupaten aceh besar berpersepsi sangat setuju terhadap pengembangan ekowisata di krueng jalin. strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin yang perlu diterapkan adalah mengembangkan potensi paket ekowisata, mengusulkan kegiatan pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin ke pemerintah daerah, melibatkan peran serta masyarakat setempat dalam perencanaan dan pembangunan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin, membentuk badan pengelola ekowisata, mengembangkan program untuk peluang kerja atau usaha yang layak untuk masyarakat setempat, melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, menetapkan zonasi dan waktu kunjungan, memberikan edukasi konservasi lingkungan kepada masyarakat setempat dan pengunjung, mengatur pembagian pendapatan, dan memasarkan produk ekowisata. kata kunci: strategi, pengembangan, sarana, prasarana, ekowisata strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata krueng jalin kota jantho kabupaten aceh besar fachrurrazi nim 1804201010046 program studi magister teknik sipil jurusan teknik sipil - fakultas teknik universitas syiah kuala abstrak kawasan krueng jalin memiliki panorama yang indah dan daya tarik, sehingga mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan objek ekowisata. pengembangan ekowisata di krueng jalin saat ini terdapat tiga permasalahan yang mendasar. permasalahan pertama adalah terbatasnya sarana dan prasarana penunjang ekowisata. permasalahan kedua adalah menurut hasil observasi tahun 2021, wisatawan lokal sudah tidak terlihat ramai lagi mengunjungi wisata krueng jalin. permasalahan ketiga adalah kecamatan kota jantho saat ini baru memiliki satu objek wisata yang representatif dengan keinginan pengunjung yaitu jantho panorama park, yang baru dikembangkan pada tahun 2021. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting prasarana ekowisata di krueng jalin, mengetahui persepsi penduduk kabupaten aceh besar terhadap pengembangan ekowisata di krueng jalin, dan mengetahui strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin. penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara serta metode kuantitatif melalui kuesioner. responden ditujukan kepada penduduk kabupaten aceh besar sebanyak 100 jiwa dan narasumber ditujukan kepada stakeholders sebanyak 8 jiwa. analisis data digunakan deskriptif kualitatif, uji validitas, uji reliabilitas, deskriptif kuantitatif, dan analisis strengths weaknesses opportunities threats (swot). hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting prasarana di kawasan krueng jalin masih memerlukan peningkatan bila hendak dikembangkan sebagai objek ekowisata. penduduk kabupaten aceh besar berpersepsi sangat setuju terhadap pengembangan ekowisata di krueng jalin. strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin yang perlu diterapkan adalah mengembangkan potensi paket ekowisata, mengusulkan kegiatan pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin ke pemerintah daerah, melibatkan peran serta masyarakat setempat dalam perencanaan dan pembangunan sarana dan prasarana ekowisata di krueng jalin, membentuk badan pengelola ekowisata, mengembangkan program untuk peluang kerja atau usaha yang layak untuk masyarakat setempat, melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, menetapkan zonasi dan waktu kunjungan, memberikan edukasi konservasi lingkungan kepada masyarakat setempat dan pengunjung, mengatur pembagian pendapatan, dan memasarkan produk ekowisata. kata kunci: strategi, pengembangan, sarana, prasarana, ekowisata



Abstract

STRATEGY FOR THE DEVELOPMENT OF ECO-TOURISM FACILITIES AND INFRASTRUCTURE IN KRUENG JALIN, JANTHO CITY, ACEH BESAR REGENCY Fachrurrazi Student Number 1804201010044 Master Program of Civil Engineering Civil Engineering Department of Engineering Faculty University Syiah Kuala Abstract The Krueng Jalin area has beautiful panorama and attractiveness, hence it has the potential to develop eco-tourism objects. There are three basic problems in developing ecotourism in Krueng Jalin. The first problem is the limited facilities and infrastructure that support ecotourism. The second problem is that, according to observations, in 2021 local tourists no longer seem to be busy visiting Krueng Jalin tourism. The third problem is that Jantho Municipality currently has only one tourist attraction representative of what visitors want, which is Jantho Panorama Park, which was only developed in 2021. This study aims to determine the existing state of ecotourism infrastructure in Krueng Jalin, to find out the perception of the people of Aceh Besar Regency towards the development of ecotourism in Krueng Jalin and the strategy of developing ecotourism facilities and infrastructure in Krueng to know Jalin. This study uses a qualitative method approach through observation and interviews and quantitative methods through questionnaires. Respondents targeted the population of Aceh Besar Regency up to 100 people and speakers targeted up to 8 people to stakeholders. Data analysis used descriptive, qualitative, validity test, reliability test, quantitative descriptive and Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) analysis. The results of the study indicate that the existing condition of the infrastructure in the Krueng Jalin area still needs to be improved if it is to be developed as an eco-tourism property. The residents of Aceh Besar Regency are very positive about the development of ecotourism in Krueng Jalin. The Krueng Jalin ecotourism facility and infrastructure development strategy that needs to be implemented is to develop the potential for ecotourism packages and to propose to the regional government ecotourism facility and infrastructure development activities in Krueng Jalin that encourage local community participation in planning and construct ecotourism facilities and infrastructure in Krueng Jalin, establishing an ecotourism management agency, developing decent work programs or business opportunities for local communities, community involvement in ecotourism management, designating zones and visiting hours, providing environmental education for local communities and visitors, regulating revenue sharing and marketing ecotourism products. Key Words: Strategy, development, facilities, infrastructure, ecotourism



    SERVICES DESK