pendahuluan: stunting atau gagal tumbuh pada balita menjadi fokus penting di indonesia. aceh salah satu provinsi dengan angka stunting yang tinggi yaitu mencapai 33,18% pada tahun 2021. sekitar 13 daerah di aceh masuk dalam kategori merah untuk kasus stunting yang tersebar di hampir seluruh kabupaten di aceh. tujuan: mendeskripsikan kunjungan antenatal care (anc) dan kasus stunting di aceh, serta upaya stategi yang dapat dilakukan untuk pencegahan stunting. metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data sekunder yaitu dengan menanalisis data dari ruang poliklinik kesehatan ibu dan anak (kia) dan rekam medis di salah satu puskesmas di aceh. hasil: dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa kasus stunting pada tahun 2021 sebanyak 15,25% dan 32,5% pada tahun 2022. capaian kunjungan kehamilan belum optimal dengan 62% untuk k1 dan 68% untuk k4 pada tahun 2021, dan pada tahun 2022 sampai dengan bulan mei baru mencapai 27% untuk k1 dan 29% untuk k4. kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa angka stunting masih relatif tinggi dan capaian kunjungan anc belum maksimal, sehingga optimalisasi anc dapat menjadi salah satu upaya strategi efektif dalam mencegah stunting. saran: petugas kesehatan dapat melakukan pembinaan melalui penyuluhan kesehatan sebagai rujukan awal dalam pengingat pentingnya mencegah kejadian stunting melalui optimalisasi kunjungan anc kata kunci : stunting, antenatal care (anc), pencegahan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
KARYA KERJA ILMIAH
OPTIMALISASI KUNJUNGAN ANC SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2022
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP KADER POSYANDU DENGAN PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (Yurna Desi, 2021)