Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan kuantitas dan kualitas minyak biji bunga matahari (helianthus annuus l.) di daerah terkena tsunami dan daerah tidak terkena tsunami. ekstraksi minyak biji bunga matahari dilakukan di laboratorium kimia dasar teknik kimia universitas syiah kuala banda aceh, sedangkan analisis kualitas dilakukan di laboratorium kimia balai riset standardisasi lndustri dan perdagangan (ba.ristand indag) banda aceh. penelitian ini berlangsung sejak. bulan oktober 2007 sampai juni 2008. penelitian ini menggunak.an metode eksperimen yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu penanaman bunga matahari di daerah tidak terkena tsunami dan di daerah terkena tsunami. pengamatan dilakukan terhadap kuantitas dan kualitas minyak biji bunga matahari dari masing-masing perlakuan penanaman. hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kuantitas dan kualitas dari kedua sampel minyak biji bunga matahari yang dihasilkan. minyak biji bunga matahari dari daerah terkena tsunami menghasilkan rendemen 24,1%, bilangan iod 11,5 g iod/100 g sampel, bilangan penyabunan 161 mg koh/g sampel, bilangan asarn lemak bebas 5,55 %, indeks refraksi 1,4731 dan kadar air 0,03%, sedangkan minyak biji bunga matahari dari daerah tidak terkena tsunami menghasikan rendemen 19,68%, bilangan iod 4,8 g iod/100 g sampel, bilangan penyabunan 168 mg koh/g sampel, bilangan asam lemak bebas 7,75%, indeks refraksi 1,4661 dan kadar air 4,85%. kata kunci : minyak biji bunga matahari, limpok, kajhu, kuantitas, kualitas
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN KUANTITAS DAN KUALITAS MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.)RNDI DAERAH TERKENA TSUNAMI DANRNTIDAK TERKENA TSUNAMI. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2008
Baca Juga : KONDUKTIVITAS LISTRIK AIR SUMUR DI DAERAH YANG TERKENA GELOMBANG TSUNAMIRN( SUATU PENELITIAN DI KAWASAN KECAMATAN SYIAH KUALA DAN SEKITARNYA) (Zaimaidar, 2022)
Abstract
Baca Juga : SIMULASI NUMERIK POTENSI TSUNAMI PADA ZONARNFLORES BACK ARC THRUST DI PULAU LOMBOK (Afri Yulva, 2024)