Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih terhadap proporsi butir glikogen sel otot jantung dan otot rangka tikus yang diinduksi aloksan. penelitian ini mengunakan tikus jantan sebanyak 25 ekor berumur 3 bulan dengan rata-rata berat badan (x ± sd) 206.6 g ±7,7 g. aloksan diberikan secara intramuskular dengan dosis 75 mg/kg bb dan pemberian ekstrak bawang putih secara intubasi oesophagus dengan berbagai tingkatan dosis. rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan. perlakuan a diberi akuades dan nacl fisiologis. perlakuan b diberi aloksan 75 mg/kg bb dan perlakuan c, d, e diberi aloksan 75 mg/kg bb dan ditambah ekstrak bawang putih masing-masing dengan dosis 25 mg/kg bb, 50 mg/kg bb dan 100 mg/kg bb. parameter yang diamati adalah proporsi butir glikogen yang terdapat pada otot jantung dan otot rangka tikus. hasil yang diperoleh memperlihatkan pemberian ekstrak bawang putih berpengaruh sangat nyata terhadap proporsi butir glikogen yang terdapat pada sel otot jantung dan otot rangka. semakin tinggi dosis ekstrak bawang putih yang diberikan maka semakin meningkat proporsi butir glikogen sel otot jantung dan otot rangka tikus yang diinduksi aloksan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH TERHADAP PROPORSI BUTIR GLIKOGEN OTOT JANTUNG DAN OTOT RANGKA TIKUS (RATTUS WISTAR) YANG DIINDUKSI ALOKSAN. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2006
Baca Juga : EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN PROPORSI KANDUNGAN BUTIR GLIKOGEN HATI MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN (Nurlaila, 2022)