Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi masing- masing ekstrak terbadap pertumbuhan bakteri vibrio cholerae. penelitian dilakukan di laboratorium kesehatan, banda aceh dan laboratorium kimia organik fmipa unsyiah yang berlangsung dari bulan juli 2005 -april 2006. metode yang digunakan adalah merode eksperimental. perlakuan terdiri atas eksrrak daun jambu biji dengan konsentrasi 5%, 7.5% dan 10% dan eksrrak rimpang kunyit dengan konsentrasi 70%, 85% dan 100% serta konsentrasi kombinasi kedua ekstrak tersebut. parameter yang diukur adalah zona hambat (mm), pengujian daya hambat bakteri dilakukan dengan metode dilusi. hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jarnbu biji mengandung metabolit sekunder lebih banyak daripada ekstrak rimpang kunyit. ekstrak daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri yang besar terhadap pertumbuhan vibrio cholerae dengan zona hambat 16,6 mill pada konsentrasi 10%,sedangkan ekstrak rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri yang kecil dengan zona hambat 1,8 mm pada konsentrasi 100%. eksrrak kombinasi daun jambu biji dengan konsentrasi 10% dan rimpang kunyit dengan konsentrasi 85% menunjukkan aktivitas antibakteri yang besar terbadap vibrio cholerae dengan zona hambat sebesar 16 mm. kata kunci : daun jambu biji (psidium guojava l.), rimpang kunyit (curcuma domesuca val.), vibrto cholerae, zona hambat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI VIBRIO CHOLERAE. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2006
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERIRNSTREPTOCOCCUS AGALACTIAE SECARA IN VITRO (Saumi Fitriani, 2022)