Kekurangan gizi menjadi masalah signifikan pada balita di indonesia. kondisi ini menyebabkan gagal tumbuh pada balita sehingga balita terlalu pendek untuk usianya. bayi sangat rentan selama masa transisi ketika makanan pendamping dimulai. untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi terpenuhi, makanan pendamping harus: tepat waktu, adekuat, aman dan diberikan dengan cara yang benar. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik pemberian mp-asi dengan kejadian stunting pada balita. penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki balita stunting usia 2-3 tahun di wilayah kerja puskesmas kecamatan ingin jaya kabupaten aceh besar, menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 90 orang. alat ukur yang digunakan berupa kuesioner praktik pemberian mp-asi yang telah di uji dengan nilai validitas r >0,378 dan papan pengukur. analisis data menggunakan chi square menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara praktik pemberian mp-asi tepat waktu (p-value 0,36), adekuat (p-value 0,040), aman (pvalue 0,019) dan diberikan dengan benar (p-value 0,028) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kecamatan ingin jaya aceh besar. praktik pemberian mp-asi yang tidak memenuhi standar menjadi salah satu penyebab yang erat hubungannya dengan kejadian stunting pada anak balita, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan menjadi fokus pelayanan utama pada balita.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2022
Baca Juga : GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA STUNTING MENGGUNAKAN INDIKATOR IYCF (INFANT YOUNG CHILD FEEDING) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA ACEH BESAR (RISKA AMALIA SABRINA, 2024)
Abstract
Malnutrition is one of the most significant health problems for children aged under five years old in Indonesia. Malnutrition can make babies fail to achieve an ideal height. The transition period from exclusive breastfeeding to supplementary feeding is crucial for babies. Supplementary feeding must consider timing, portion size, safety, and how it serves to ensure that babies have sufficient nutrition. The objective of this study was to examine the correlation between complementary feeding and the incident of stunting in babies. This study was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach. The samples in this study were all mothers who have babies aged 2-3 years old diagnosed as having stunting in the work area of the Community Health Center (Puskesmas) of Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar Regency. 90 people were selected as the respondents through a random sampling technique. MP-Asi (Complementary Feeding) questionnaire that has been tested for its validity (r > 0.378) and a measuring board were used as the research instruments. The data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a correlation between the timing of the commentary feeding (p-value 0.36), portion size (p-value 0.040), safety (p-value 0.019), and feeding manners (p-value 0.028) with the incident of stunting the in the work area of the Puskesmas of Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar Regency. Inappropriate ways of serving complementary foods are closely related to stunting. Therefore, it requires serious attention and must be a focus of health care services for babies to address the issue.