Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RIZALDI, PERKEMBANGAN ALIRAN PENCAK SILAT TRADISIONAL DI KECAMATAN MANGGENG ACEH BARAT DAYA. Banda Aceh Fakultas KIP,2022

Abstrak rizaldi, perkembangan aliran pencak silat tradisional di kecamatan manggeng aceh barat daya. skripsi. program studi pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas syiah kuala. pembimbing. (1) dr. miskalena, m.kes (2) drs. alfian rinaldy. m.pd kata kunci : pencak silat, tradisional. pencak silat merupakan suatu seni bela diri tradisional indonesia yang memperhatikan keindahan gerakan dalam setiap jurusnya. pencak silat di kecamatan manggeng berdiri tanpa adanya sentuhan dari dunia luar sehingga dapat dikatakan masih sangat murni dan kental, hal ini sengaja dilakukan agar pencak silat tradisional tersebut tidak akan tercemari keasliannya yang sudah mereka jaga dari generasi ke generasi bahkan penganut dari ilmu bela diri ini menutup dirinya dari pengaruh dunia luar agar budaya dari kemurnian pencak silat tradisional tersebut tidak dicemari. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana silat tradisional tersebut, juga silat apa saja yang sudah ada di kecamatan tersebut dan ingin melihat bagaimana pandangan masyarakat terhadap perkembangan pencak silat tersebut di kecamatan manggeng kabupaten aceh barat daya. penelitian ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar wawancara, dengan pengambilan sumber data melalui teknik snowball meliputi data primer dan sekunder. adapaun teknik analisis data dalam penelitian ini, data akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data (penyajian data), dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. berdasarkan analisis data yang telah peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa keadaan pencak silat tradisional di kecamatan manggeng (aceh barat daya) masih murni dan belum tercampur dengan yang lain, karena penganut dari pencak silat murni itu sendiri sangat menjaga budaya dari pencak silat tradisional tersebut agar keasliannya tetap terjaga. sampai saat ini silat di kecamatan manggeng sudah berkembang sampai lima aliran pencak silat diantaranya yaitu; silat harimau, silat sitaralak, silat kumango, silat sufi, dan silat langkah tigo. namun kendati aliran pencak silat ini telah berkembang sampai lima aliran namun tidak banyak dari kalangan masyarakat yang mengetahuinya. adapun minat masyarakat terhadap perkembangan pencak silat tradisional tersebut bagi yang mengetahuinya, mereka sangat antusias dan menyuruh anak-anaknya untuk ikut bergabung dengan tujuan anak-anak dapat menjaga diri dan juga demi membudidayakan pencak silat tradisional tersebut agar terus berkembang.



Abstract

ABSTRAK Rizaldi, Perkembangan Aliran Pencak Silat Tradisional Di Kecamatan Manggeng Aceh Barat Daya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing. (1) Dr. Miskalena, M.Kes (2) Drs. Alfian Rinaldy. M.Pd Kata Kunci : Pencak Silat, Tradisional. Pencak silat merupakan suatu seni bela diri tradisional Indonesia yang memperhatikan keindahan gerakan dalam setiap jurusnya. Pencak silat di Kecamatan Manggeng berdiri tanpa adanya sentuhan dari dunia luar sehingga dapat dikatakan masih sangat murni dan kental, hal ini sengaja dilakukan agar pencak silat tradisional tersebut tidak akan tercemari keasliannya yang sudah mereka jaga dari generasi ke generasi bahkan penganut dari ilmu bela diri ini menutup dirinya dari pengaruh dunia luar agar budaya dari kemurnian pencak silat tradisional tersebut tidak dicemari. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana silat tradisional tersebut, juga silat apa saja yang sudah ada di Kecamatan tersebut dan ingin melihat bagaimana pandangan masyarakat terhadap perkembangan pencak silat tersebut di Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar wawancara, dengan pengambilan sumber data melalui teknik snowball meliputi data primer dan sekunder. Adapaun teknik analisis data dalam penelitian ini, data akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data (penyajian data), dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang telah peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa keadaan pencak silat tradisional di Kecamatan Manggeng (Aceh Barat Daya) masih murni dan belum tercampur dengan yang lain, karena penganut dari pencak silat murni itu sendiri sangat menjaga budaya dari pencak silat tradisional tersebut agar keasliannya tetap terjaga. Sampai saat ini silat di Kecamatan Manggeng sudah berkembang sampai lima aliran pencak silat diantaranya yaitu; silat harimau, silat sitaralak, silat kumango, silat sufi, dan silat langkah tigo. Namun kendati aliran pencak silat ini telah berkembang sampai lima aliran namun tidak banyak dari kalangan masyarakat yang mengetahuinya. Adapun minat masyarakat terhadap perkembangan pencak silat tradisional tersebut bagi yang mengetahuinya, mereka sangat antusias dan menyuruh anak-anaknya untuk ikut bergabung dengan tujuan anak-anak dapat menjaga diri dan juga demi membudidayakan pencak silat tradisional tersebut agar terus berkembang.



    SERVICES DESK