Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK
Edward Dwi Ronaldo, PENGENDALIAN RESIKO USAHA “HELLO DIMSUM” TUNA. Banda Aceh Fakultas Pertanian (D3),2022

Ringkasan pengendalian resiko secara umum dapat didefinisikan sebagai potensi terjadinya suatu peristiwa yang dapat diperkirakan dan yang tidak dapat diperkirakan serta dapat menimbulkan dampak bagi pencapaian tujuan. pengendalian resiko merupakan salah satu pengukuran dan koreksi semua kegiatan dalam rangka memastikan bahwa tujuan dan rencana perusahaan/usaha dapat terlaksana dengan baik. tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuai apa saja resiko yang dihadapi produsen dimsum tuna kota banda aceh dan mengetahui bagaimana praktik pengendalian resiko yang dilakukan oleh produsen dimsum tuna kota banda aceh. penelitian ini menggunakan metode hazard identification, risk assessment and risk control (hirarc). penilaian risiko dapat dilakukan setelah proses analisis risiko dan evaluasi risiko selesai dilakukan secara keseluruhan. analisis risiko dilakukan untuk mendapatkan perbandingan antara risiko kecil dengan risiko besar yang akan terjadi. metode ini yang di anggap penulis mendukung dalam mendapatkan presepsi atau informasi dari yang menyediakan informasi. hasil penelitian menyimpulkan resiko dan praktik pengendaliannya usaha dimsum tuna adalah kurangnya tenaga kerja dikarenakan tidak bisa merekrut tenaga kerja baru disebabkan oleh modal yang tidak cukup. kekurangan tenaga kerja bisa diatasi dengan cara meminta bantuan keluarga, saudara atau teman terdekat, agar bisa membantu usaha dimsum tuna. tidak ada sop (standard operating procedur), ini bisa dikendalikan dengan cara membuat sop yang jelas, contohnya seperti membuat aturan - aturan yang membangun, agar usaha lebih tertata. kehilangan branding usaha dimsum tuna dikarenakan tidak mempunyai siup (surat izin usaha perdagangan), hal ini bisa di cegah dengan cara membuat siup tersebut di pemerintah agar usaha dimsum tuna disahkan oleh pemerintah, dengan begitu segala kegiatan usaha dapat dilakukan sesuai dengan siup.



Abstract

SUMMARY Risk control in general can be defined as the potential for an event to occur that is foreseeable and that cannot be estimated and can have an impact on the achievement of goals. Risk control is one of the measurements and corrections of all activities in order to ensure that the goals and plans of the company / business can be carried out properly. The purpose of this study is to find out what are the risks faced by Banda Aceh City Tuna Dimsum producers and find out how the risk control practices carried out by Banda Aceh City Tuna Dimsum producers. This study used the Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) method. Risk assessment can be carried out after the risk analysis and risk evaluation process has been completed as a whole. Risk analysis is carried out to obtain a comparison between small risks and large risks that will occur. This method is considered by the author to be supportive in obtaining perceptions or information from those who provide information. The results of the study concluded that the risks and practices of controlling the tuna dimsum business are the lack of labor because they cannot recruit new workers due to insufficient capital. The shortage of manpower can be overcome by asking for help from family, relatives or closest friends, so that they can help the tuna dimsum business. There is no SOP (Standard Operating Procedure), this can be controlled by making clear SOPs, for example, such as making rules that build, so that the business is more organized. Losing the branding of the tuna dimsum business because it does not have a SIUP (Trade Business License), this can be prevented by making the SIUP in the government so that the tuna dimsum business is authorized by the government, that way all business activities can be carried out in accordance with the SIUP.



    SERVICES DESK