Abstrak pedagang asongan adalah pedagang yang menawarkan barang dagangannya dengan cara menempatkannya di kotak kecil yang mudah dibawa dan dipindahpindahkan. pedagang asongan muncul disebabkan adanya krisis ekonomi yang berdampak terhadap sulitnya mencari nafkah, tingkat kemiskinan semakin meningkat, lapangan pekerjaan yang sedikit. adanya pedagang asongan di kota banda aceh merupakan perwujudan dari adanya permasalahan ekonomi tersebut, agar masayarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup maka ia memilih menjadi pedagang asongan. selain itu, rendahnya tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang mendukung adanya pedagang asongan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi ekonomi, kondisi sosial, dan strategi bertahan hidup yang digunakan oleh pedagang asongan. teori yang digunakan adalah teori tindakan sosial dari max weber, yang menjelaskan bahwa tindakan sosial adalah tindakan individu sepanjang tindakan tersebut mempunyai makna bagi dirinya dan diarahkan terhadap orang lain. metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan wawancara sebagai tekhnik pengumpulan data. adanya keterbatasan dalam aspek ekonomi dan pendidikan adalah faktor utama lahirnya pedagang asongan. dalam meningkatkan pendapatan pedagang asongan memproduksi sendiri barang dagangan, memilih lokasi yang ramai. strategi yang digunakan untuk bertahan hidup adalah memanfaatkan segala potensi keluarga, mencari pinjaman pada anggota keluarga ataupun tetangga, meminimalkan pengeluran, menggunakan tabungan jika ada keperluan yang mendesak, dan memproduksi sendiri barang yang akan di pasarkan kata kunci: pedagang asongan, strategi bertahan hidup
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PEDAGANG ASONGAN DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2014
Baca Juga : KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PAGI KOTA KUALA SIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG (Sri Wahyu Handayani, 2018)