Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Sediken Tara Munthe, DISFEMIA DALAM DIDONG JALU ARIITA MUDE DAN BIAK CACAK. Banda Aceh Fakultas KIP Magister Pendidikan Bahasa Indonesia,2022

Abstrak munthe, sediken tara. 2021. disfemia dalam didong jalu arita mude dan biak cacak. tesis, program studi magister pendidikan bahasa indonesia, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas syiah kuala. pembimbing (i) prof. dr. azman ismail, m.a., (ii) dr. yusri yusuf, m.pd. kata kunci: disfemia, didong jalu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe, fungsi, dan bentuk kebahasaan disfemia yang terdapat dalam didong jalu arita mude dan biak cacak. metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik simak, catat, dan wawancara. data penelitian ini adalah ungkapan disfemia yang terdiri dari kata, frasa, dan klausa yang diambil dari video pementasan didong jalu arita mude dengan biak cacak dan dijustifikasi oleh jamhuri dan mohd. din. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 tipe disfemia dalam didong jalu arita mude dan biak cacak, yaitu; (1) istilah-istilah tabu yang digunakan untuk menyakiti, mengejek, memberi julukan, dan atau memaki, (2) perbandingan manusia dengan hewan yang dianggap memiliki perilaku yang negatif, (3) julukan atau sapaan disfemiatis yang diambil dari karakter fiksi, (4) makian dalam menggunakan istilah yang diperoleh dari abnormalitas mental, dan (5) istilah-istilah yang menunjukkan ejekan atau menggunakan nada hinaan pada karakter yang dituju. selanjutnya, terdapat 5 fungsi disfemia yaitu; (1) untuk merendahkan atau penghinaan, (2) untuk menunjukkan rasa tidak suka, (3) untuk memperkuat atau mempertajam penghinaan, (4) untuk memberikan gambaran negatif tentang lawan politik, dan (5) untuk mengungkapkan kemarahan dan kejengkelan. terakhir, terdapat 3 bentuk kebahasaan disfemia dalam didong jalu arita mude dan biak cacak di antaranya yaitu; (1) kata, terdiri dari kata adjektiva, kata nomina, dan kata verba, (2) frasa, terdiri dari frasa verba, frasa nomina, frasa numeralia, dan (3) klausa.


Baca Juga : ANALISIS GAYA BAHASA DALAM DIDONG GAYO ACEH TENGAH (Sari Rahmah, 2021)


Abstract

ABSTRACT Munthe, Sediken Tara. 2021. Dysphemia in Didong Jalu Arita Mude and Biak Cacak. Thesis, Masters Program in Indonesian Language Education, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University. Supervisor (I) Prof. Dr. Azman Ismail, MA (II) Dr. Yusri Yusuf, M.Pd. Keywords: Dysphemia, Didong Jalu This study aims to describe the type, function, and linguistic form of dysphemia found in didong jalu Arita Mude and Biak Cacak. The method used is a descriptive method with a qualitative approach and uses listening, note-taking, and interviewing techniques. The data of this research are dysphemia expressions consisting of words, phrases, and clauses taken from the video of the performance of Didong Jalu Arita Mude with Biak Cacak and justified by Jamhuri and Mohd. Din. The results showed that there were 5 types of dysphemia in didong jalu Arita Mude and Biak Cacak, namely; (1) taboo terms used to hurt, ridicule, give nicknames, and or curse, (2) comparisons of humans with animals that are considered to have negative behavior, (3) dysphemic nicknames or greetings taken from fictional characters, (4) swearing in using terms derived from mental abnormalities, and (5) terms that show ridicule or use an insulting tone to the intended character. Furthermore, there are 5 functions of dysphemia, namely; (1) to demean or humiliate, (2) to show disdain, (3) to amplify or sharpen insults, (4) to give a negative image of a political opponent, and (5) to express anger and irritation. Lastly, there are 3 linguistic forms of dysphemia in didong jalu Arita Mude and Biak Cacak (1) words, consisting of adjectives, nouns, and verbs, (2) phrases, consisting of verb phrases, noun phrases, numeral phrases, and (3) clauses.



    SERVICES DESK