Abstrak paradigma baru program keluarga berencana adalah mewujudkan keluarga berkualitas tahun 2015 dan bertujuan memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas, bila ditotal dari seluruh pengguna, peran pria hanya 36,7% saja. kecilnya angka peran serta tersebut menunjukkan kesan bahwa yang di kb-kan hanya perempuan saja. pasangan suami istri harus saling mendukung dalam pemilihan dan penggunaan metode kontrasepsi karena kesehatan reproduksi, khususnya keluarga berencana bukan hanya urusan pria atau wanita saja. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran suami menurut istri dalam pemakaian alat kontrasepsi sebagai motivator, fasilitator dan edukator. desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 35 orang dengan metode convenience sampling. pengumpulan data ini dilakukan mulai bulan maret 2013 sampai april 2013. instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan pertanyaan mengenai peran suami. hasil penelitian menunjukkan mayoritas peran suami menurut istri dalam program kb sebagai motivator kurang baik (53.3%), sebagai fasilitator kurang baik (73.3%), dan sebagai edukator kurang baik (53.3%). diharapkan peningkatan program keluarga berencana tidak hanya menuntut peran kaum perempuan tapi juga mengikutsertakan kaum pria sebagai akseptor. kata kunci : peran suami, istri, program kb. daftar bacaan: 22 buku, 12 bahan internet, 5 jurnal (1990 - 2010).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN PERAN SUAMI DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DI DESA LAMBARO SKEP KOTA BANDA ACEH TAHUN 2013. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI SUAMI DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI ACEH BESAR (REKHA FITRIA, 2017)
Abstract
Baca Juga : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KB DI KAMPUNG SIMPANG KELAPING KECAMATAN PEGASING KABUPATEN ACEH TENGAH (Dislina Rizki, 2020)