Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Ahyal Miska, EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMADUA, ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Keperawatan (S2),2022

Pada remaja putri kebutuhan terhadap zat besi meningkat akibat percepatan pertumbuhan dan hilangnya zat besi setiap bulannya karena menstruasi. anemia pada remaja putri dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, nyeri kepala, pusing, mengantuk, lemah, kulit pucat, dan lain-lain. edukasi pencegahan anemia efektif untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri dengan meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap serta praktik mereka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program edukasi pencegahan anemia terhadap pengetahuan, sikap dan praktik pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas samadua, aceh selatan. penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok kontrol dan intervensi. sampel penelitian terdiri 81 responden (kelompok kontrol 40 responden, intervensi 41 responden) dari dua sekolah yang dipilih dengan teknik quota sampling untuk kelompok intervensi dan total sampling untuk kelompok kontrol. intervensi edukasi pencegahan anemia yang dilakukan terdiri dari empat sesi pertemuan yang dilakukan setiap minggu selama satu bulan dengan durasi 30-40 menit setiap pertemuan. instrumen yang digunakan yaitu kuesioner knowledge, attitude and practice (kap) untuk mengukur pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri dalam mencegah anemia dan food frequency questionnaire (ffq) untuk mengukur riwayat pola makan secara kualitatif. data dianalisis menggunakan uji mann whitney u test dan wilcoxon signed rank test. hasil analisa data menunjukkan bahwa program edukasi pencegahan anemia efektif dalam meningkatkan pengetahuan (p=0.00) dan praktik (p=0.02) terkait anemia. namun program ini tidak efektif untuk meningkatkan sikap remaja putri terkait pencegahan anemia (p=1.00), hal ini disebabkan oleh remaja putri memiliki sikap yang positif (100%) sebelum dan setelah diberikan edukasi. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program edukasi pencegahan anemia dapat diterapkan oleh perawat dan tenaga kesehatan lain di wilayah kerja puskesmas samadua untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik remaja putri terkait pencegahan anemia.



Abstract

In female adolescents, the need for iron increases due to accelerated growth and monthly iron loss because of menstruation. Anemia in female adolescents can cause a decrease in learning concentration, headaches, dizziness, drowsiness, weakness, pale skin, and others. Anemia prevention education effectively prevents anemia in female adolescents by increasing their knowledge and changing their attitudes and practices. This study aimed to determine the effectiveness of the anemia prevention education program on female adolescents knowledge, attitudes, and practices in the Samadua Public Health Center working area, South Aceh. This study was a quasi-experimental design with control and intervention groups. The research sample consisted of 81 respondents (40 in the control group and 41 in the intervention group) from two schools, who were selected using total sampling for the control group and quota sampling for the intervention group. The anemia prevention education intervention consisted of 4 meeting sessions held every week for a month with 30-40 minutes for each meeting. The instruments used are the Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) questionnaire to measure female adolescents knowledge, attitudes, and practices in preventing anemia and the Food Frequency Questionnaire (FFQ), to measure the history of eating patterns qualitatively. Data were analyzed using the Mann Whitney U test and the Wilcoxon Signed-Rank test. The results of data analysis showed that the anemia prevention education program was effective in increasing knowledge (p = 0.00) and practice (p = 0.02) related to anemia. However, this program was not effective in increasing the attitude of female adolescents regarding anemia prevention (p=1.00), this is because female adolescents have a positive attitude (100%) before and after being given education. Thus, it can be concluded that the anemia prevention education program can be implemented by nurses and other health workers in the working area of the Samadua Public Health Center to increase the knowledge and practice of female adolescents related to anemia prevention.



    SERVICES DESK