Penelitian mengenai pemetaan batimetri berdasarkan data pengukuran fishfinder dl perairan timur aceh telah dilakukan mulai november 2008 - juni 2009. data yang dikumpulkan berasal dari pengukuran fishfinder garmin gpsmap 178c sounder dari juni 2007 -mei 2009. penelitian ini menggunakan metode survei yaitu collecting data. data yang dikumpulkan berasal dari bantuan fishfinder yang diberikan kepada nejayan di larnpulo, banda aceh dan pusong, lhokseumawe. metode yang dilakukan nelayan adalab random sampling. analisis data dan identifikasi yang dilakukan yaitu analisa sebaran titik batimetri, identifikasi kontur kedalaman, identifikasi lokasi dangkal, dan identifikasi lokasi hazard. daerah yang dapat dianalisis lebih lanjut untuk identifikasi lokasi dangkal, identifikasi lokasi hazard, dan identifikasi kontur kedalarnan yaitu pada perairan lhokseumawe, aceh utara dan aceh timur. sebaran titik batimetri terkonsentrasi di perairan lhokseumawe, aceh utara, dan aceb timur. hasil identifikasi lokasi hazard di perairan tirnur aceh diperoleh 7 lokasi berbahaya bagi nelayan yang menggunakan pukat cincin (purse seine). 3 lokasi hazard berupa terumbu karang yaitu karang hitam , karang minyak dan karang kari. selain itu juga ada lokasi hazard yang disebut oleh nelayan dengan "beuso tumpah" yaitu daerah tumpahan besi di bawah laut yang dapat mengganggu aktivitas nelayan juga ada kapal besar yang karam dibawah laut. kata kunci : fishfinder. batimetri, lokasi hazard
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN BATIMETRI BERDASARKAN DATA PENGUKURAN FISH FINDER DI PERAIRAN TIMUR ACEH. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2009
Baca Juga : APLIKASI METODE PENGINDERAAN JAUH DENGAN CITRA SATELIT LANDSAT ETM+ UNTUK PEMETAAN BATIMETRI PERAIRAN SABANG (Suraiya Nazlia, 2022)
Abstract
Baca Juga : MORFOMETRIK IKAN TONGKOL ABU-ABU (THUNNUS TONGGOL) DI PERAIRAN LAUT ACEH (Nurda Alamsyah, 2020)