Daerah aliran sungai (das) adalah suatu wilayah penerima air hujan yang dibatasi oleh punggung bukit atau gunung, dimana semua curah hujan yang jatuh di atasnya akan mengalir di sungai utama dan akhirnya bermuara ke laut. pasca konflik dan bencana tsunami banyak terjadi illegal logging dan land clearing untuk mengkonversi hutan menjadi lahan pertanian dan pemukiman. jika kejadian ini terus berjanjut dikhawatirkan akan tetjadinya bencana di kemudian hari khususnya longsor. longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi pada musim hujan. umumnya longsor sering terjadi di daerah pegunungan yang mempunyai kelerengan yang terjal. dalam menganalisa daerah berpotensi longsor, maka diperlukan data-data yang mendukung dalam menganalisa kawasan berpotensi longsor. data-data yang diperlukan adalah data curah hujan, ketinggian wilayah, penggunaan laban, jenis tanah, dan kemiringan lereng. semua data tersebut akan diberikan bobot nilai sehingga dari bobot nilai tersebut akan diketahui daerah yang tidak berpotensi, potensi rendah, potensi sedang, potensi rawan, dan potensi sangat rawan teijadinya longsor. kata kunci : das, longsor, bobot nilai
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KAWASAN BERPOTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH (STUDI KASUS : DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH). Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2011
Baca Juga : SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KABUPATEN ACEH TAMIANG DAN KOTA LANGSA BERBASIS WEB (Sharfina Nurfitria. Z, 2020)