Ibu rumah tangga adalah individu yang memiliki tanggung jawab dan peran penting yang mengiringinya dalam kehidupan sehari-hari. besarnya beban mengurus rumah tangga seperti pengasuhan anak, mendukung pasangan, serta tuntutan lain yang ada dalam kesehariannya dapat menimbulkan tekanan pada ibu rumah tangga. berbagai tuntutan tersebut dapat menimbulkan perceived stress yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mental ibu rumah tangga. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived stress dengan kesehatan mental pada ibu rumah tangga di kota banda aceh. sebanyak 170 ibu rumah tangga di kota banda aceh dipilih dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik accidental sampling. perceived stress scale (pss-10) dan mental health inventory (mhi-18) digunakan sebagai instrumen untuk pengumpulan data penelitian. hasil analisis uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0.001 dengan koefisien korelasi (r = -0.650). artinya terdapat hubungan yang negatif antara perceived stress dengan kesehatan mental pada ibu rumah tangga di kota banda aceh. hal ini dapat diartikan pula bahwa semakin rendah perceived stress pada ibu rumah tangga di kota banda aceh maka semakin tinggi kesehatan mentalnya dan juga sebaliknya, semakin tinggi perceived stress pada ibu rumah tangga di kota banda aceh maka semakin rendah pula kesehatan mentalnya. kata kunci: ibu rumah tangga, kesehatan mental, kota banda aceh, perceived stress
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED STRESS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Psikologi,2026
Baca Juga : TINGKAT LITERASI KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH (DIYAH NAZIRA, 2021)
Abstract
Housewives are individuals who carries significant responsibilities and roles in her daily life. The considerable burden of managing household tasks such as child-rearing, supporting their spouse, and other everyday demands, can lead to psychological pressure. These various demands can lead to perceived stress, which has the potential to affect the mental health condition of housewives. This study aims to examine the relationship between perceived stress and mental health among housewives in Banda Aceh. A total of 170 housewives in Banda Aceh were selected using a non-probability sampling method with an accidental sampling technique. The Perceived Stress Scale (PSS-10) and the Mental Health Inventory (MHI-18) were utilized as instruments for data collection. Hypothesis testing results revealed a significance value (p) = 0.001 with a correlation coefficient of -0.650. These findings indicate a negative relationship between perceived stress and mental health among housewives in Banda Aceh. In other words, lower levels of perceived stress are associated with higher levels of mental health, while higher levels of perceived stress are associated with lower levels of mental health. Keywords: Housewives, mental health, Banda Aceh city, perceived stress
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN PENYAKIT DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA DEWASA AWAL PENDERITA PENYAKIT KRONIS (RANISAH AZZA MUSLIMAH, 2026)