Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SHELLA NOVITA SARI, POTENSI SABUT KELAPA SAWIT DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN RAGI DAN BAKTERI ASAM LAKTAT PADA PROBIOTIK RABAL. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2026

Sabut kelapa sawit merupakan salah satu limbah hasil samping industri kelapa sawit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrien alternatif bagi mikroorganisme probiotik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sabut kelapa sawit dan lama fermentasi terhadap pertumbuhan ragi dan bakteri asam laktat (bal) pada probiotik ragi dan bakteri asam laktat (rabal). penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi sabut kelapa sawit (0%, 20%, dan 40%) serta lama fermentasi (5 dan 10 hari) dengan tiga kali ulangan. parameter yang diamati adalah jumlah koloni ragi dan bakteri asam laktat. penghitungan jumlah mikroorganisme dilakukan menggunakan metode total plate count (tpc) pada media potato dextrose agar (pda) untuk ragi dan de man rogosa sharpe agar (mrsa) untuk bal. data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (anova) dan dilanjutkan dengan uji duncan. hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi sabut kelapa sawit dan lama fermentasi diikuti oleh peningkatan jumlah koloni ragi dan bakteri asam laktat. pada fermentasi selama 5 hari, jumlah koloni ragi berkisar antara 4,63 - 6,15 log cfu/ml, sedangkan pada fermentasi 10 hari meningkat menjadi 6,04 - 6,38 log cfu/ml. jumlah koloni bakteri asam laktat pada fermentasi 5 hari berkisar antara 5,53 - 7,28 log cfu/ml dan meningkat menjadi 7,15 - 9,06 log cfu/ml pada fermentasi 10 hari. perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi sabut kelapa sawit 40% dengan lama fermentasi 10 hari yang menghasilkan jumlah koloni tertinggi baik pada ragi maupun bakteri asam laktat. berdasarkan hasil penelitian tersebut, sabut kelapa sawit berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi probiotik untuk meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme serta sebagai alternatif pemanfaatan limbah yang bernilai tambah di bidang peternakan dan kesehatan hewan.



Abstract

Palm fiber is one of the by-products of the palm oil industry that has the potential to be utilized as an alternative nutrient source for probiotic microorganisms. This study aimed to determine the effect of palm fiber addition and fermentation duration on the growth of yeast and lactic acid bacteria (LAB) in the probiotic formulation of Yeast and Lactic Acid Bacteria (RABAL). The study employed a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors: palm fiber concentration (0%, 20%, and 40%) and fermentation time (5 and 10 days), each with three replications. The observed parameters were the number of yeast and lactic acid bacteria colonies. Microbial counts were determined using the Total Plate Count (TPC) method on Potato Dextrose Agar (PDA) for yeast and de Man Rogosa Sharpe Agar (MRSA) for LAB. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan’s multiple range test. The results showed that increasing palm fiber concentration and fermentation time led to an increase in the number of yeast and lactic acid bacteria colonies. At 5 days of fermentation, yeast colony counts ranged from 4.63 to 6.15 log CFU/ml, while at 10 days, they increased to 6.04 to 6.38 log CFU/ml. The number of lactic acid bacteria colonies at 5 days ranged from 5.53 to 7.28 log CFU/ml and increased to 7.15 to 9.06 log CFU/ml at 10 days of fermentation. The best treatment was obtained at 40% palm fiber concentration with 10 days of fermentation, resulting in the highest colony counts for both yeast and lactic acid bacteria. Based on these findings, palm fiber has the potential to be used as an additive in probiotic formulations to enhance microbial growth and as an alternative utilization of waste with added value in the fields of animal husbandry and animal health.



    SERVICES DESK