KAJIAN ETNOBOTANI PADA UPACARA ADAT DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

KAJIAN ETNOBOTANI PADA UPACARA ADAT DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Rahimah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200150015

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui upacara adat, jenis tumbuhan yang digunakan, pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan tumbuhan serta tingkat kesamaan tumbuhan yang digunakan pada upacara adat di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan April 2017 pada suku-suku di Provinsi Aceh: suku Tamiang (Aceh Tamiang), suku Gayo (Bener Meriah), Suku Aceh (Aceh Utara, Pidie dan Aceh Besar), suku Alas (Aceh Tenggara), dan suku Aneuk Jame (Aceh Selatan). Penelitian ini menggunakan metode survey eksploratif dan Rapid Rural Apraisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Provinsi Aceh terdapat upacara adat kelahiran, pernikahan, kematian. Tumbuhan yang dipakai pada upacara adat di Provinsi Aceh antara lain: suku Tamiang menggunakan 22 jenis tumbuhan, Gayo menggunakan 22 jenis tumbuhan, Aceh menggunakan 28 jenis tumbuhan, Alas menggunakan 16 jenis tumbuhan dan Aneuk jamee menggunakan 21 jenis tumbuhan. Tingkat kesamaan jenis tumbuhan pada upacara perkawinan adalah 2.24 %, yaitu 7 jenis tumbuhan yang sama digunakan pada proses upacara adat tersebut: Oriza sativa, Piper betle, Areca catecu, Nicotiana tabacum, Eleusine indica, Lawsonia inermis, Kalanchoe pinnata, Tingkat kesamaan jenis tumbuhan pada upacara penyambutan kelahiran adalah 1.6 %, yaitu 5 jenis tumbuhan yang sama yang digunakan pada proses upacara adat tersebut: Oriza sativa, Musa paradisiaca, Kalanchoe pinnata, Eleusine indica, Coccus nucifera. Upacara kematian terdapat tingkat kesamaan jenis 1.6 %, yaitu 5 jenis tumbuhan yang sama: Pandanus amaryllifolius, Citrus hystrix, Jasminum sambac, Michelia campaka, Santalum album. Pengetahuan masyarakat tentang penggunaan dan makna simbolik dari tumbuhan yang digunakan pada upacara adat sangat baik.

Kata kunci : Etnobotani, upacara adat, suku-suku di Provinsi Aceh, upacara perkawinan, upacara kelahiran, upacara kematian

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK