Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH CARA PENAMBAHAN DAN PROPORSI BATUAN MAGNESIT TERHADAP MUTU BOKASI
Pengarang
uwisqarni - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0905105010032
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.86
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penambahan nutrien seperti magnesium merupakan salah satu cara meningkatkan kandungan mineral dalam bokasi. Magnesium yang ditambahkan berupa tepung batuan magnesit yang telah dilakukan pengayakan. Pemanfaatan batuan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bokasi diharapkan dapat menghasilkan pupuk bokasi yang memiliki kandungan hara magnesium (Mg) yang lebih baik dibandingkan dengan produksi bokasi yang biasa dilakukan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor I adalah proporsi batuan magnesit (K) terdiri dari enam taraf yaitu: K1 = 0%, K2 = 2,5%, K3 = 5%, K4 = 7,5%, K5 = 10%, dan K6 = 12,5%. Faktor II adalah cara penambahan batuan magnesit (P) yang terdiri dari dua taraf yaitu P1 = Diawal pembuatan, dan P2 = Diakhir pembuatan. Setiap perlakukan diulang sebanyak dua kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi batuan magnesit (K) berpengaruh sangat nyata terhadap unsur C (karbon), N (nitrogen), rasio C/N, kandungan Mg (magnesium) dan tinggi tanaman serta berpengaruh nyata terhadap pH dan kadar air bokasi. Rasio C/N cenderung menurun dengan meningkatnya proporsi batuan magnesit, sedangkan pH dan kadar air cenderung terus meningkat dengan meningkatnya proporsi batuan magnesit. Cara penambahan batuan magnesit (P) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, tekstur dan warna bokasi serta berpengaruh nyata terhadap total mikroorganisme. Kadar air cenderung meningkat dengan penambahan batuan magnesit pada akhir, sebaliknya total mikroorganisme cenderung meningkat pada penambahan batuan magnesit pada awal pembuatan.
Kata kunci : bokasi, batuan magnesit, pupuk organik
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PROPORSI AMPAS BUBUK KOPI DAN TEPUNG TULANG IKAN TERHADAP MUTU BOKASI (Remmy Lazuardi Putra, 2014)
PENGARUH PROPORSI AMPAS BUBUK KOPI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (Rizal Fahmi, 2016)
PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP PREPARASI OKSIDA ANORGANIK DARI BATUAN MAGNESIT LOKAL ACEH DAN UJI AKTIVITAS KATALITIK PADA TRANSESTERIFIKASI MINYAK SAWIT (RBDPO) (Bahreina Adlin, 2023)
PEMANFAATAN LIMBAH BATANG TEMBAKAU DALAM PEMBUATAN BOKASI (Zubir, 2015)
PENGARUH RASIO AMPAS TAHU DAN DEDAK SERTA KONSENTRASI TEPUNG TULANG IKAN TERHADAP MUTU BOKASI (Muslim, 2024)