Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINJEKSI FORMALIN
Pengarang
Alfin Oktarian - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1302101010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
612.1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)
YANG DIINJEKSI FORMALIN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi hati tikus putih yang diinjeksi formalin dengan dosis bertingkat. Penelitian ini menggunakan hati 24 ekor tikus putih strain Wistar jantan umur 4-5 bulan dengan berat 180-200 gram. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (KO) adalah tikus yang hanya diberi pakan standar tanpa perlakuan apapun. Kelompok perlakuan 1 (K1), 2 (K2), dan 3 (K3) diberi pakan standar dan diinjeksi formalin secara intraperitoneal dengan dosis 1; 2,5; dan 5 mg/kg bb per hari. Penelitian ini dilakukan secara berkelanjutan selama 14 hari. Pada hari ke-15 semua tikus dibunuh dengan menggunakan kloroform, kemudian sampel organ hati diambil untuk dibuat sediaan histopatologi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan rata-rata (±SD) jumlah sel hati yang mengalami degenerasi parenkim pada K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah (2,40 ± 0,34), (3,40 ± 0,34), (4,73 ± 0,410), dan (5,53 ± 0,50). Jumlah sel hati yang mengalami degenerasi hidropis pada K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah (0,26 ± 0,23), (3,13 ± 0,30), (4,33 ± 1,00), dan (5,40 ± 0,87). Jumlah sel hati yang mengalami nekrosis pada K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah (0,66 ± 0,23), (2,06 ± 0,30), (2,53 ± 0,46), dan (3,60 ± 1,00). Formalin berpengaruh nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINJEKSI FORMALIN (Al Munawati, 2017)
PENURUNAN JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN FORMALIN (MELIA SESVA DINA, 2017)
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) SETELAH PEMASANGAN IMPLAN WIRE MATERIAL LOGAM HISTOPATHOLOGICAL OF WHITE RAT (RATTUS NORVEGICUS) LIVER AFTER IMPLANTATION OF METAL WIRE MATERIAL (SEFTIA YOLANDA, 2021)
KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH ERITROSIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN FORMALIN (Zea Ochtavia, 2017)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KUCING-KUCINGAN ACALYPHA INDICA L. TERHADAP PERUBAHAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL (Muhajjir, S.KH, 2014)