PENGARUH KONSENTARSI NATRIUM BISULFTT (NAHS03) DAN WAKTU PENGERINGAN FREEZE DRYER TERHADAP MUTU TEPUNG LIDAH BUAYA (ALOE POWDER) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTARSI NATRIUM BISULFTT (NAHS03) DAN WAKTU PENGERINGAN FREEZE DRYER TERHADAP MUTU TEPUNG LIDAH BUAYA (ALOE POWDER)


Pengarang

Ryni Afrianty - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051511858

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

660.284 26

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman ajaib (The miracle plant) yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Tanaman lidah buaya mempunyai keragaman jeris yang terdiri atas aloe ferox, aloe barbadensesis miller, dan aloe chunensis baker. Pengolahan lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai industri pangan, industri kosmetik, dan bahan baku industri farmasi. Tepung lidah buaya merupakan salah satu bentuk pengolahan lidah buaya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri baik industri pangan maupun non pangan Pada pembuatan tepung lidah buaya, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan seperti terjadinya reaksi pencoklatan dan kehilangan gizi atau penurunan mutu tepung yang dihasilkan Penambahan natrum bisulfit pada pembuatan tepung lidah buaya dapat menjadikan tepung lidah buaya berwarna lebih cerah. Natrium bisulfit pada makanan berfungsi sebagai penghambat reaksi pencoklatan enzmmants dan non enmmatis, sebagar zat anti mikroba dan zat anit oksidan serta sebagai zat pemutih. Untuk mendapatkan tepung lidah buaya bahan dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer yang bekerja pada suhu dan tekanan yang rendah, sehingga komponen yang mudah rusak atau sensitif terhadap panas dapat dipertahankan dan mempunyai sifat rekontruksi yang baik Lidah buaya mengandung 98,5% air, karbohidrat, mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi natrium bisulfit (NaHSO3) dan waktu pengeringan freeze dryer terhadap mutu tepung lidah buaya Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktoral 2 faktor, yaitu Faktor I adalah konsentrasi natrum bisulfit (K) terdiri atas tiga taraf, yaitu K1= 0,01%, K2 = 0,03%, K3 = 0,05%, dan Faktor II yaitu faktor waktu pengeringan dengan freeze dryer terdiri atas tiga taraf yaitu W1= 15 jam W2= 20 jam, W3 = 25 jam. Kombinasi dari perlakuan adalah 3x3=9 dengan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 27 perlakuan Analisis yang dilakukan pada tepung lidah buaya (aloe powder) yaitu analisis rendemen, kadar air, kadar serat, kadar abu, dan uji orgonoleptik meliputi warna, aroma, dan tekstur.
Hasil penelitian tepung lidah buaya menunjukkan bahwa konsentrasi atrium bisulfit (K) berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap rendemen dan aroma tepung lidah buaya yang dihasilkan Waktu pengeringan freeze dryer (WK) berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK