IDENTIFIKASI DAN STATUS KONSERVASI JENIS BURUNG DI KAWASAN KUALA GIGIENG, ACE…
Penelitian ini dilakukan di Kawasan Kuala Gigieng, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, yang merupakan habitat penting bagi burung air, burung migran, dan burung darat. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya data terkini mengenai jenis dan status konservasi burung di wilayah pesisir yang terancam oleh degradasi habitat akibat manusia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis-jenis burung yang terdapat di tiga tipe habitat (pantai, mangrove, dan pemukiman) serta menentukan status kon…
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL PADA KAWASAN RURAL …
Kawasan rural–urban fringe (RUF) Banda Aceh merupakan wilayah peralihan antara desa dan kota yang mengalami perubahan sosial secara intensif seiring dengan proses urbanisasi, ekspansi fisik perkotaan, dan dinamika sosial ekonomi pascabencana tsunami 2004. Proses rekonstruksi dan pembangunan infrastruktur telah mendorong perubahan penggunaan lahan, peningkatan kepadatan permukiman, serta meningkatnya mobilitas penduduk di kawasan pinggiran kota. Perubahan spasial tersebut tidak hanya berdamp…
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU SEJATI (FILICINAE) EPIFIT DI KAWASAN RAINFOREST LO…
Rainforest Lodge Kedah, area yang termasuk Taman Nasional Gunung Leuser, merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis yang terletak di Desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues. Kawasan ini ditumbuhi pohon yang dijadikan sebagai tempat hidup berbagai tumbuhan epifit termasuk tumbuhan paku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies tumbuhan paku sejati (Filicinae) epifit yang terdapat di lokasi penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ad…
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI KAWASAN EKOSISTEM HUTAN BAKAU KUALA LANGSA, KOTA…
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan jenis ikan di kawasan ekosistem hutan bakau Kuala Langsa, Langsa, Aceh. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun yang berbeda, yaitu pada kawasan ekowisata, kawasan muara, dan kawasan padat penduduk. Setiap stasiun ditetapkan sebanyak 3 titik sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan jala dan gill net, setiap titik dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan.…