Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI M…

Ikram

RINGKASAN Kakao merupakan tanaman perkebunan yang sangat berkembang di Provinsi Aceh beberapa tahun belakangan ini. Produksi kakao Aceh pada tahun 2011 adalah sekitar 25 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 27 ribu ton. Kebanyakan kebun kakao yang ada di Aceh masih dimiliki oleh rakyat, dan hanya dikelola seadanya dengan penanganan pasca panen yang kurang memadai. Mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh penanganan pasca panen. Pada umumnya masyarakat di Aceh mengeringkan biji k…

PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PERLAKUAN PENCUCIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIJ…

Fitri Muliati

Tanaman kakao berkembang mulai berkembang di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tahun 1980, yang tersebar di daerah Aceh Utara, Pidie, Bireun, Aceh Timur dan Aceh barat (Dinas Perkebunan NAD, 2006). Selama ini, kebanyakanpetani kakao di Aceh tidak melakukan fermentasi dan pencucian pada biji kakao sehingga mutu biji kakao yang dihasilkan rendah.mutu biji kakao dipengaruhi oleh banyak faktor, namun faktor yang paling menentukan adalah proses fermentasi. Menurut Affandi (2008…

UJI SISTEM PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGUNAKAN HIBRID ENERGI BERUPA ENERGI MATA…

Nanda Saputra

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh kakao merupakan komoditas perkebunan yang sangat menjanjikan dari segi ekonomi. Untuk meningkatkan harga jual kakao diperlukan proses pengeringan, pengeringan bertujuaan untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada biji kakao, karena jika kadar air biji kakao melebihi dari yang diizinkan (SNI) yaitu 7-8 %, maka akan terjadinya aktifitas mikroorganisme pembusuk didalam biji kakao sehingga biji ka…

KAJI EKSPERIMENTAL PENGERINGAN BIJI KAKAO

Abdul Muthalib

Proses pengeringan biji kakao secara tradisional adalah penjemuran dengan memanfaatkan energi panas matahari secara langsung, penjemurannya biasa dilakukan diatas alas plastik ataupun diatas lantai semen. Kelemahan pengeringan secara tradisional yaitu temperatur yang diterima oleh biji kakao tidak sama antara bagian atas dengan bagian bawah, biji kakao yang dikeringkan memerlukan pembalikan, disamping itu penjemuran ditempat terbuka dapat dengan mudah …

IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY PADA PENGERING BIJI KAKAO

MUHAMMAD KHALIS FIKRI

Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun alat pengeringan biji kakao. Rancangan ini memanfaatkan panas lampu pijar sebagai sumber panas utama menggantikan panas matahari dengan menjaga suhu 45 oC, 50 oC, dan 55 oC. Biji kakao pada awalnya memiliki kadar air sekitar 68% dan setelah dikeringkan kadar air pada biji kakao yang kering sempurna akan berkisar 7% – 7,5%. Pada penelitian ini dilakukan peningkatan performa dari rancang bangun alat pengering biji coklat dengan memanfaatkan metodol…

KAJIAN SISTEM PENGERING BIJI KAKAO DENGAN ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK

Siti Elza Elvira Titania

Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan Indonesia yang dapat diolah menjadi produk kokoa dan cokelat yang mengandung antioksidan alami juga mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Biji kakao biasanya diproses melalui fermentasi dan pengeringan saat panen selama pemrosesan primer. Fermentasi biasanya dilakukan selama 5-7 hari untuk mengembangkan prekursor rasa dan setelah itu dilakukan pengeringan untuk menghentikan proses fermentasi yang membutuhkan waktu …

ANALISIS BIJI KAKAO MENGGUNAKAN LASER-INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) S…

HUSNA AJRINA

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biji kakao menggunakan laser induced breakdown spectroscopy (LIBS) dengan mengidentifikasi elemen-elemen yang terkandung dalam biji kakao. Sampel biji kakao yang digunakan berasal dari Pidie Jaya, Aceh, Indonesia. Sampel ada yang diberi perlakuan berupa fermentasi dan tanpa fermentasi. Untuk pengujian dengan LIBS, sampel biji kakao dibuat dalam bentuk pelet. Ukuran partikel biji kakao yang digunakan dalam pembuatan pelet divariasikan. Pembangkitan p…

THE USE OF ROUND ROBIN TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING SKILL ( AN E…

MUTIA DARA AUTHARI

Abstract Name : Mutia Dara Authari Students No : 1506102020031 Study Program : English Education Title : The Use of Round Robin Technique to Improve Students’ Speaking Skill (An Experimental Study at SMPN 17 Banda Aceh) Keywords: Speaking Skill, Round Robin technique Round Robin technique is a part of cooperative learning that makes students work in groups to elaborate, share ideas and practice their speaking skill. This study aims at examining whether the use of Round Robin te…

KAJIAN KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DENGAN VARIASI METODE PENGERI…

Edi Kurniawan

EDI KURNIAWAN. 1205106010011. Kajian Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dengan Variasi Metode Pengeringan di bawah bimbingan Rita Khathir sebagai ketua dan Syafriandi sebagai anggota. RINGKASAN Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu kakao khususnya di Aceh adalah dengan cara memperbaiki metode pengeringan yang ada di tingkat petani. Proses pengeringan ini bertujuan menghasilkan biji kakao kering dengan mutu fisik, cita rasa dan aroma yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk…

INTRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), BAKTERI ASAM ASETAT (BAA) DAN CAMPURAN …

Ria Safitri

Fermentasi kakao berlangsung selama 5-7 hari namun waktu fermentasi dapat dipercepat dengan cara memanfaatkan aktivitas mikroorganisme terpilih sebagai starter kering. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh introduksi starter bakteri asam laktat (BAL), bakteri asam asetat (BAA), dan Campuran BAL-BAA sebagai starter kering dan lama fermentasi untuk mempercepat waktu fermentasi dan meningkatkan mutu kakao Aceh. Setiap perlakuan fermentasi mengunakan biji kakao basah sebanyak 40 kg …




    SERVICES DESK