<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98999">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF VIOLATED MAXIMS IN JOKER 2019 MOVIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syamsu Rizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Nama : Syamsu Rizal&#13;
Nomor Siswa : 1606102020020&#13;
Jurusan/Program : Pendidikan Bahasa Inggris/S1&#13;
Judul : “Analisis Pelanggaran Maksim di Film Joker 2019”&#13;
 &#13;
Kata kunci: Maksim, Film, Makna.&#13;
Penelitian ini menganalisis pelanggaran maksim yang dilakukan oleh karakter dalam film “Joker” 2019 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menerapkan teori Grice (1975, sebagaimana dikutip dalam Cutting, 2002) tentang prinsip kerja sama untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, yaitu apa saja jenis-jenis maksim yang dilanggar dalam film “Joker” 2019? Peneliti selanjutnya menggunakan teori Christoffersen (2005) untuk menjawab pertanyaan penelitian kedua, yang menanyakan tentang tujuan pelanggaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semua jenis maksim yang dilanggar ditemukan dalam film “Joker” 2019. Maksim pelanggaran yang paling banyak digunakan dalam film adalah maksim pelanggaran kuantitas: (16 kemunculan), maksim relevansi: (12 kemunculan), maksim kualitas: (9 kemunculan), dan maksim cara paling sedikit: ( 3 kejadian). Selain itu, alasan di balik tuturan adalah untuk menyembunyikan kebenaran: (11 kemunculan), menyelamatkan muka: (10 kemunculan), meyakinkan pendengar: (9 kemunculan), menghindari menyakiti lawan bicara: (5 kemunculan), memuaskan pendengar: (3 kemunculan), menghibur pendengar: (1 kemunculan), dan membangun kepercayaan: (1 kemunculan). Alasan untuk merasa cemburu tentang sesuatu tidak terjadi dalam film. Signifikan bagi peneliti, penelitian ini akan menambah dan memperluas pengetahuan dalam kajian linguistik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-23 14:00:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-23 14:45:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>