<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="98226">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN DIFERENSIAL LEUKOSIT PADA ULAR SANCA KEMBANG (MALAYOPYTHON RETICULATUS) LOKAL SUMATERA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ILHAM AKBAR HAKIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan habitat alami bagi banyak spesies ular termasuk ular sanca kembang (Malayopython reticulatus). Ular jenis Malayopython reticulatus merupakan jenis ular yang paling sering dipelihara masyarakat dikarenakan pola warnanya yang menarik, tidak berbisa, dan memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik sehingga dapat dipelihara dengan mudah. Masalah utama dalam pemeliharaan ular yaitu menjaga kesehatan ular. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran diferensial leukosit Malayopython reticulatus. Sampel yang digunakan yaitu 5 sampel darah yang diambil dari Malayopython reticulatus yang sehat secara fisik dan dikoleksi melalui vena koksigea ventralis. Selanjutnya sampel darah dibuat menjadi preparat darah hapus dengan pewarnaan diff-quik dan diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x100 dan dengan mengamati jumlah differensial leukosit pada setiap 100 sel. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata – rata gambaran diferensial leukosit Malayopython reticulatus adalah 41,2 %, limfosit 30,6%, monosit 27,6%, basofil 0,4%, dan azurofil 0,2%. Berdasarkan data tersebut nilai diferensial leukosit pada Malayopython reticulatus tidak berbeda dengan nilai diferensial leukosit pada Malayopython reticulatus lokal jawa dan  lokal kalimantan dikarenakan kondisi hutan yang merupakan habitat hewan ini tidak berbeda antara pulau sumatera dengan pulau jawa dan pulau kalimantan.&#13;
Kata Kunci : Ular, Malayopython reticulatus, Diferensial leukosit, sumatera.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SNAKES AS PETS</topic>
 </subject>
 <classification>636.396</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>98226</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-21 11:35:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-12 10:21:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>