<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="90019">
 <titleInfo>
  <title>PIDANA PEMAKSAAN PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK DALAM RELASI PACARAN   (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM         PENGADILAN NEGERI LHOKSUKON)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Uswatul Fazila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
     Uswatul Fazila,  &#13;
2021&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
Ainal Hadi, S.H., M.Hum. &#13;
 &#13;
Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun &#13;
TINDAK PIDANA PEMAKSAAN PERSETUBUHAN&#13;
TERHADAP ANAK DALAM RELASI PACARAN&#13;
(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri&#13;
Lhoksukon)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 65), pp., tabl., bibl.&#13;
&#13;
(vi, 58), pp., bibl.&#13;
 &#13;
2002 tentang Perlindungan Anak bahwa yang dimaksud dengan anak adalah&#13;
seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun termasuk anak yang masih&#13;
dalam kandungan. Sebagaimana yang terjadi di Aceh Utara banyak anak yang&#13;
menjadi korban persetubuhan dengan rentang usia 7 sampai 17 tahun sehingga&#13;
penanganannya pun dibedakan dengan orang dewasa. Namun pada kenyataannya&#13;
tidak semua kejahatan tersebut murni terjadi karena peran korban yang&#13;
mempengaruhi terjadinya tindak pidana.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui peranan korban&#13;
terhadap tindak pidana persetubuhan anak, mengetahui pertimbangan hakim dalam&#13;
menjatuhkan pidana terhadap pelaku persetubuhan dan mengetahui bentuk&#13;
perlindungan hukum dalam pemenuhan hak-hak anak yang menjadi korban.&#13;
Data diperoleh melalui penelitian yuridis empiris. Penelitian ini&#13;
menggunakan data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan berupa hasil&#13;
wawancara dengan responden serta informan dan data sekunder berupa bahanbahan&#13;
&#13;
hukum seperti, buku teks, teori, putusan pengadilan dan peraturan&#13;
perundang-undangan.&#13;
Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam tindak pidana persetubuhan&#13;
terhadap anak dalam relasi pacaran maka anak tidak bisa dikatakan ikut berperan&#13;
dalam tindak pidana tersebut. Anak korban tidak bisa disalahkan karena&#13;
perbuatannya dan tidak bisa dibebankan tanggung jawab karena anak tidak&#13;
menyadari akibat buruk yang mungkin timbul dari tindakan yang dilakukannya.&#13;
Pertimbangan hakim dalam mengadili perkara pemaksaan persetubuhan terhadap&#13;
anak tidak menjadikan relasi pacaran antara korban dan pelaku sebagai bagian dari&#13;
pertimbangan. Hakim berpegang pada alat bukti dalam menentukan berat ringannya&#13;
pemidanaan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam diri hakim yaitu agama,&#13;
kebudayaan, pendidikan, nilai serta norma. Bentuk perlindungan hukum&#13;
pemenuhan hak-hak anak korban yaitu upaya rehabilitasi, perlindungan identitas&#13;
dari pemberitaan, aksebilitas informasi, konseling, bantuan hukum, pengawasan,&#13;
pencegahan dan bantuan medis.&#13;
Disarankan kepada orang tua agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan&#13;
pengawasan kepada anaknya karena tindak pidana terjadi akibat adanya&#13;
kesempatan. Majelis hakim dalam menjatuhkan putusan harus lebih tegas dan adil&#13;
serta memberikan efek jera bagi terdakwa/terpidana. Aparat penegak hukum&#13;
disarankan lebih menjamin rasa aman bagi korban dari segala ancaman, baik&#13;
sebelum maupun sesudah persidangan.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>90019</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-08 13:49:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-08 14:41:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>