<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89805">
 <titleInfo>
  <title>KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP IDENTITAS DAN FASHION WANITA BERCADAR (STUDI DI MAJELIS HALAQATUL QULUB BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NOVA HARI UTARY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses konstruksi sosial yang dibangun pada wanita bercadar anggota majelis Halaqatul Qulub Banda Aceh, ditinjau dari pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan sehingga memutuskan untuk menggunakan cadar dalam kehidupannya. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori Konstruksi Sosial. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana yang menjadi informan diperoleh dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta selanjutnya dianalisisi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada eksternalisasi (pengetahuan) yang dimaksud adalah Individu mendapatkan pengetahuan mengenai cadar serta keutamaannya pada saat pengajian atau kajian-kajian keislaman. Pengetahuan tambahan banyak didapakan dari hasil interaksinya dengan lingkungan, media sosial, maupun literatur-literatur tentang cadar. Proses objektivasi (kepercayaan) dimana pengetahuan yang didapatkan dari pengajian, media sosial, literatur, dan hasil interaksinya dengan dunia luar tersebut, dilembagakan sebagai sebuah kenyataan yang dipercaya (realitas) serta institusi-institusi seperti majelis Halaqatul Qulub. Proses terakhir adalah proses internalisasi (tindakan), individu kembali menerjemahkan realitas tersebut dalam kesadaran pribadinya. Sehingga mereka memutuskan untuk bercadar dalam kehidupan sehari-harinya dan tetap teguh dengan pemilihan identitas yang mereka lekatkan pada diri mereka walaupun masih ada yang kurang berpihak pada keyakinannya. Proses ini juga ditandai dengan adanya sosialisasi yaitu semangat berdakwah di media sosial maupun di majelis ilmu.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-01 12:20:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-01 16:05:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>