<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89773">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) HARI KE-7 (STUDI HISTOLOGI PADA SEL FIBROBLAS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miftahul Jannah Mora Lestari Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Penyembuhan luka merupakan suatu proses seluler dan kompleks yang bertujuan untuk mengembalikan keutuhan jaringan yang rusak akibat luka. Salah satu penentuan hasil akhir dari penyembuhan luka adalah proliferasi fibroblas. Bahan dasar tanaman alami yang sering digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka diantaranya biji kakao (Theobroma cacao L.) yang memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid berbentuk gel ekstrak. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak biji kakao terhadap penyembuhan luka insisi tikus wistar pada hari ke-7 berdasarkan studi histologi sel fibroblas. Metode : eksperimental laboratoris mengunakan 24 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol akuades dan oxoferin, kelompok perlakuan gel ekstrak biji kakao 8% dan 16%. Semua kelompok diberi perlukaan di bagian gingiva mandibular dan diaplikasikan secara topikal pada pagi dan sore hari selama 7 hari, kemudian jaringan luka diamati secara histologi. Hasil penelitian : Uji one-Way ANOVA menunjukkan bahwa pada penelitian ini secara umum terdapat perbedaan yang signifikan antar rata-rata di setiap perlakuan. Kesimpulan : Gel ekstrak biji kakao terbukti dapat meningkatkan jumlah sel fibroblas pada hari ke-7. &#13;
&#13;
Kata kunci : Fibroblas, Gel Ekstrak Biji Kakao, Penyembuhan Luka.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-01 09:00:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-06 09:36:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>