<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89675">
 <titleInfo>
  <title>UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) 8% DAN 16% PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI GINGIVA (UJI IN VIVO PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS))</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TASHA MAILINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Luka merupakan diskontinuitas struktur jaringan normal akibat terkena benda tajam, kesalahan operator saat tindakan perawatan, maupun pukulan benda yang keras. Penyembuhan luka secara normal dapat dilihat secara klinis dalam waktu dua minggu. Penggunaan obat kimiawi maupun bahan alami mampu mempercepat penyembuhan luka. Bahan alami yang digunakan sebagai alternatif mempercepat penyembuhan luka salah satunya adalah biji kakao yang mengandung polifenol, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Obat kimiawi yang telah terbukti mempercepat penyembuhan luka salah satunya adalah Oxoferin yang mengandung TCDO. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji efektivitas gel ekstrak biji kakao 8% dan 16% serta Oxoferin sebagai kontrol positif pada penyembuhan luka insisi gingiva tikus Wistar. Metode: Biji kakao diekstraksi dengan metode maserasi dan dibuat konsentrasi 8% dan 16% kemudian dijadikan sediaan gel dengan penambahan CMC-Na. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan 24 ekor tikus wistar yang dibagi 4 kelompok. Tiap kelompok dibuat perlukaan sepanjang 5 mm pada gingiva labial mandibula dengan kedalaman ±1-2 mm. Kelompok 1 (P.1) diaplikasikan gel ekstrak biji kakao 8%, kelompok 2 (P.2) gel ekstrak biji kakao 16%, kelompok 3 (kontrol positif) Oxoferin, dan kelompok 4 (kontrol negatif) akuades secara topikal dua kali sehari pagi dan sore hari sampai hari ke-10. Penilaian ukuran luka dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, 7, 10 menggunakan probe periodontal (UNC-15). Hasil penelitian: Hasil uji statistik menggunakan One-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antarkelompok dan uji lanjutan LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antarkelompok kecuali antara kelompok P.1 dengan kelompok kontrol negatif dan positif. Kesimpulan: Gel ekstrak biji kakao 16% memiliki efektivitas yang paling baik dibandingkan gel ekstrak biji kakao 8% pada penyembuhan luka insisi gingiva tikus Wistar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Gel Ekstrak Biji Kakao, Gingiva, Luka Insisi, Oxoferin, Penyembuhan Luka</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89675</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-30 20:04:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-01 01:56:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>