<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88844">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK MEDIA INTERNET TERHADAP PRILAKU SEKSUAL PADA REMAJA (NETTER) DI KOTA BANDA ACEH (SUATU STUDI KASUS DI DESA RUKOH, DARUSSALAM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wahyu Ningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masa  remaja merupakan masa yang paling rawan dalam rentan kehidupan manusia. Masa di mana untuk menemukan identitas dan menentukan arah  yang akan dituju, masa yang sulit  ini  menjadi tambah sulit dengan adanya kontradiksi dalam masyarakat. Remaja yang pada umumnya memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, sehingga sering kali mencoba-coba, menghayal, dan merasa gelisah, mulai merasakan dan ketagihan. Pada periode ini remaja cenderung tidak realistik, meningkatnya minat terhadap seks, mencari tahu lebih banyak melalui  berbagai media yang salah satunya&#13;
adalah internet.  Dalam memahani peran seks, remaja sering menyalah artikan apa itu seks.  Seorang remaja  yang berada pada tahap puber, dimana kelenjar atau hormon seksual  berkembang membuat  dorongan seksual  menjadi lebih kuat, secara  naluriah remaja akan bertanya masalah yang berhubungan dengan seks. Di mana saat ini seks bukanlah  lagi  menjadi  masalah sekunder melainkan telah  menjadi  masalah primer. dimana yang dahulunya  membicarakan seks  merupakan hal yang dianggap  tabu, namun kini  seks mulai  dibicarakan secara bebas  oleh para remaja. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak negatif dari media internet terhadap prilaku seksual remaja dan prilaku seksual yang bagaimanakah yang sering dilakukan oleh remaja. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang responden, dari 20 orang  sampel, responden merupakan remaja  pengguna internet  secara rutin.  Hasil penelitian ini didapatkan secara langsung dari responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif dengan instrumen yang  digunakan adalah  wawancara dan observasi.  Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah remaja kini yang menganggap seks bukanlah  hal baru melainkan sudah biasa, kurangnya pendidikan  dan  bimbingan dari  orang  tua  tentang  seks,  teman  dan   lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap terjadinya  penyimpangan-penyimpangan.   Sebuah kebiasaan prilaku seks menyimpang yang bermula dari coba-coba hingga ketagihan. Seksual  yang lazimnya di motivasi oleh hasrat mencari kesenangan jasmani, mengisi kekosongan,  atau  sekadar   memenuhi  rasa keingintahuan remaja.  Media  internet merupakan  salah satu  media  pendukung terjadinya  penyimpangan-penyimpangan seksual karena  kelainan objek (Troilisme, oral suxual, pornography, obsenity, onani dan masturbasi) dan penyimpangan prilaku secara etika seksual (frottage, pelacuran dan zina).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88844</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-12 10:02:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-12 10:03:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>