<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="84756">
 <titleInfo>
  <title>KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAB TANGGA MASYARAKAT DESA DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACED BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kharisma Jayanthi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kharisma Jayanthi &quot;Ketimpangan Distribusi Pendapatan  Rumah Tangga Masyarakat Desa  Di  Kecamatan   Peukan   Bada  Kabupaten   Aceh  Besar&quot;di  bimbing oleh  Bapak  Ir.T. Makmur. M.Si sebagai pembimbing pertama  dan lbu Dr. Ir. Safrida, M.Si sebagai  pembimbing kedua.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permasalahan yang  dapal  dirumuskan dalam  penelitian  ini  adalah  bagaimana dan seberapa  besar tingkat  ketimpangan distribusi pendapatan rumah tangga  masyarakat desa di Kecamalan  Peukan  Bada  Kabupaten  Aceh  Besar.  Penelitian  ini  dilakukan  dengan  tujuan untuk   mengetahui   seberapa    besar   ketimpangan   distribusi   pendapatan   rumah   tangga masyarakat desa di  Kecamatan  Peukan  Bada Kabupaten  Aceh Besar.&#13;
&#13;
&#13;
Dari  hasil  analisis   menggunakan  koefisien  Gini  (Gini  Ratio)  dapat  disimpulkan bahwa  ketimpangan yang  terjadi  di  Kecamatan Peukan  Bada  adalah ketimpangan  sedang dan   rendah.   Adapun   hasil   koefisien   Gini   menunjukkan   bahwa   pada   sampel   petani mempunyai indeks gini  0.370  dan buruh  mempunyai indeks gini sebesar  0,3624, angka  ini menunjukkan  bahwa   petani  memiliki   distribusi  ketimpangan  sedang,  dikarenakan  bila koefisien  Gini  berkisar  antara  0,36-0.50  maka  ketimpangan sedang.  Dan untuk  pedagang mempunyai  indeks  Gini  sebesar  0, 1396    dan  PNS mempunyai  indek.s Gini  sebesar  0.294, ini  menunjukkan  bahwa   pedagang   mempunyai  ketimpangan  rendah.  dikarenakan  bila koefisien   Gini  lebih  kecil dari  0,35  maka distribusi  ketimpangan  rendah.  Dan  pada  total keseluruhan sampel diperoleh  indeks gini sebesar  0,386, ini artinya  pada Kabupaten  Peukan Bada mempunyai  nilai  ketimpangan distribusi pendapatannya  sedang.Berdasar kan  kriteria   Bank  Dunia,   tingkat  ketimpangan  diukur dengan  ketentuan apabila  40%  penduduk pcndapatan  rendah  menerima  lebih  kecil  dari   I  2%  dari  jumlah pendapatan maka  digolongkan  ketimpangan tinggi  atau kurang merata,  kelompok  rumah tangga  yang berada pada kategori  ini  adalah  petani  yaitu  sebesar  10,I   %.  Dan kelompok rumah tangga pedagang sebesar 32 %.  PNS sebesar 16 % dan buruh sebesar 14.1  % berada pada  kategori  sedang  karena  menerima lebih  dari  12%  pendapatan.  Dan untuk secara keseluruhan  Kecamatan  Peukan  Bada dapat dilihat  bahwa 40%  penduduk  pendapatan rendah menerima  114% pendapatan  per tahun,  itu  artinya  ketimpangan di  Kecamatan Peukan  Bada masih kurang merata atau ketimpangannya tinggi.    Dari hasil analisis menggunakan koefisiean Gini  (Gini  Ratio)  dan berdasarkan kriteria Bank Dunia diperoleh hasil  yang berbeda.  Untuk koefisien  Gini  nilai  ketimpangan pendapatannya sedang dan untuk kriteria Bank  Dunia ketimpangannya tinggi.  Dari dua analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan hasil yang diperoleh dari kriteria Bank Duni jauh lebih mendekati, karena kriteria Bank Ounia ini mencakup secara global.&#13;
&#13;
&#13;
Disarankan bagi pemerintah hendaknya melakukan kebijakan yang berdarnpak langsung kepada ekonomi rakyat kecil  khususnya daerah pedesaan dalam  membuat  arah pembangunan sub sektor pertanian, dengan membuka lapangan kerja baru di  Kecamatan Peukan Bada, seperti bantuan bibit dan benih, agar lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan.&#13;
Mempermudah dalam  memberikan pinjaman modal  untuk para masyarakat yang kekurangan modal yang ingin membuka usaha, seperti membuka koperasi simpan pinjam. serta memberikan pelatihan secara cuma-cuma untuk masyarakat desa antara lain,  membuat kerajinan,  menjahit,  membuat kue  agar lebih  terampil  dan mandiri, serta dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>84756</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-03 15:17:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-03 15:18:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>