<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="80853">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN AKTIVITAS PEMBALAKAN LIAR DAN PERAMBAHAN KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA BUKIT BARISAN PROVINSI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Serlinta Bangun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Serlinta Bangun. 1505150020008. Penilaian Aktivitas Pembalakan Liar Kawasan Taman&#13;
Hutan Raya Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara di bawah bimbingan Ashabul Anhar&#13;
sebagai ketua dan Ryan Moulana sebagai anggota.&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Taman Hutan Raya Bukit Barisan merupakan kawasan taman hutan raya dengan&#13;
kelestarian alam yang dapat dijadikan sebagai salah satu tujuan obyek wisata. Taman Hutan&#13;
Raya Bukit Barisan, Sumatera Utara terletak di Kabupaten Langkat, Deli Serdang,&#13;
Simalungun dan Kabupaten Karo dengan luas 51.600 Ha. (Ditetapkan berdasarkan Kepres RI&#13;
Nomor 48 Tahun 1988,, 19 November 1988). Salah satu permasalahan yang terjadi di sekitar&#13;
kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan adalah masalah pembalakan liar. Pembalakan liar&#13;
adalah kegiatan penebangan, pengangkutan atau penjualan kayu yang tidak sah atau tidak&#13;
memiliki izin otoritas setempat.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kegiatan&#13;
pembalakan liar, mengetahui intensitas pembalakan liar yang ada dan mengetahui bagaimana&#13;
tanggapan masyarakat tentang aktivitas pembalakan liar. Penelitian ini dilaksanakan pada&#13;
bulan November 2019 samapi Januari 2020. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif&#13;
dengan menggunakan teknik pengambilan contoh dengan tujuan tertentu (purposive&#13;
sampling) dimana desa sampel adalah desa yang bersinggungan langsung dan desa yang tidak&#13;
bersinggungan langsung dengan aktivitas pembalakan liar dengan jumlah seluruh sampel dari&#13;
ketiga desa adalah 73 responden yang terdiri dari: kepala pengelola, kepala desa, perangkat&#13;
desa, dan masyarakat desa.&#13;
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pembalakan liar yaitu: faktor&#13;
ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor keterbatasan petugas pengawas hutan. Sedangkan&#13;
intensitas pembalakan liar yang didapatkan dari setiap desa hampir seluruh responden di&#13;
setiap desa menyatakan bahwa lebih dari 200 Ha luas pembalakan liar yang sudah&#13;
dilakukan.Intensitas pembalakan liar dilakukan 1 kali dalam sebulan dengan rata-rata desa&#13;
sebesar 20 kubik. Masyarakat melakukan pembalakan liar tersebut dengan beralasan sebagai&#13;
pengungsi bencana Gunung Api Sinabung yang telah kehilangan harta benda mereka, baik&#13;
berupa tempat tinggal dan lahan pertanian. &#13;
Hasil data yang diperoleh dari ketiga desa penelitian ( Desa Kuta Rayat, Desa Kuta&#13;
Gugung dan Desa Suka Makmur) menunjukkan bahwa masyarakat desa memiliki penghasilan&#13;
yang rendah, pendidikan yang rendah, dan pengawasan dari polisi hutan yang kurang&#13;
maksimal mengakibatkan masyarakat masih melakukan aktivitas pembalakan liar di kawasan&#13;
Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Bahwa adanya ketegasan dari pemerintah untuk&#13;
menanggulangi masalah pembalakan liar adalah dengan memberikan solusi kepada&#13;
masyarakat desa. Diantara beberapa solusi yang dapat diberikan pemerintah adalah:&#13;
memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang perlindungan hutan, memberikan atau&#13;
menyediakan lahan pertanian kepada masyarakat, memberikan penyuluhan dan pelatihan&#13;
kewirausahaan kepada masyarakat agar masyarakat memiliki mata pencaharian selain&#13;
pertanian.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>80853</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-05 14:56:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-05 15:32:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>