<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="78909">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK KEPERDATAAN ANAK SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN (SUATU PENELITIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH MEULABOH DAN MAHKAMAH SYAR’IYAH JANTHO)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Resty Amelia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK&#13;
KEPERDATAN ANAK SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN &#13;
ORANG TUA&#13;
(Suatu Penelitian di Mahkamah Syar’iyah Meulaboh dan Mahkamah &#13;
Syar’iyah Jantho)&#13;
 &#13;
Resty Amelia &#13;
Azhari &#13;
**&#13;
&#13;
Ilyas &#13;
***&#13;
&#13;
 &#13;
* &#13;
ABSTRAK&#13;
Perceraian adalah penghapusan perkawinan dengan putusan hakim dari tuntutan &#13;
salah satu pihak berdasarkan alasan-alasan yang tersebut dalam undang-undang.&#13;
Akibat perceraian orang tua menimbulkan problema yang cukup besar bagi anak&#13;
terutama anak yang masih dibawah umur, sebab anak-anak pada usia tersebut masih&#13;
sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Setelah perceraian orang&#13;
tua maka hak-hak anak tetap harus terpenuhi seperti hak mendapatkan pendidikan yang&#13;
layak, hak untuk mendapatkan kasih sayang serta hak untuk mendapatkan asuhan.&#13;
Dalam ketentuan Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam, hak asuh anak yang belum&#13;
mumayyiz (berumur 12 tahun) biasanya pengasuhannya akan diserahkan pada ibu.&#13;
Dalam kenyataannya walaupun sudah di putuskan hak asuh anak tersebut jatuh kepada&#13;
ibu dan ibunya layak mengasuh tetapi anak tersebut diambil secara paksa dan diasuh&#13;
dengan tanpa hak oleh bapaknya sehingga menimbulkan ketidak adilan bagi ibu dan&#13;
anaknya. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan perlindungan hukum&#13;
atas hak keperdataan anak setelah perceraian orang tua dilingkup Mahkamah Syar’iyah&#13;
Meulaboh dan Jantho, untuk menjelaskan kendala dan hambatan dalam pelaksanaan&#13;
putusan Mahkamah Syar’iyah Meulaboh dan Jantho dalam kaitannya dengan hak&#13;
pengasuhan anak serta untuk menjelaskan upaya yang dilakukan ibu atas atas tindakan&#13;
bekas suami yang mengasuh anak secara paksa dalam kaitannya dengan perlindungan&#13;
hukum terhadap hak keperdataan anak. &#13;
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris&#13;
yang merupakan suatu metode penelitian hukum dan berfungsi untuk melihat hukum&#13;
dalam artian konkret serta mempelajari bagaimana hukum bekerja dalam lingkup&#13;
kehidupan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan pendekatan &#13;
kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu cara analisis hasil penelitian yang&#13;
menghasilkan data deskriptif analisis, yaitu data yang dinyatakan oleh responden&#13;
secara tertulis atau lisan serta juga tingkah laku yang nyata, yang diteliti dan dipelajari&#13;
sebagai sesuatu yang utuh.  &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hak perdata anak walaupun telah diatur&#13;
oleh undang-undang namun dalam pelaksanaannya belum berjalan sebagaimana&#13;
mestinya. Masih ada hak mengasuh anak yang belum mumayyiz dan pengasuhannya&#13;
berada pada ibu tetapi diambil secara paksa dandan tanpa hak oleh bapaknya. Hak&#13;
keperdataan anak wajib dipenuhi oleh ibu dan bapaknya walau mereka telah bercerai.&#13;
Mereka harus bisa memprioritaskan anak di atas segala hal karena menyangkut&#13;
psikologisnya dan demi kebaikan dirinya di masa yang akan datang. Setelah terjadinya&#13;
perceraian harusnya perebutan hak asuh anak tidak perlu terjadi karena pengasuhan&#13;
anak setelah perceraian sudah diatur secara hukum. Tetapi pada kenyataanya masih&#13;
banyak terjadi persengketaan perebutan hak asuh anak. Dalam penelitian ini anak&#13;
diambil secara paksa oleh bapaknya dan ibu berusaha untuk mendapatkan kembali anak&#13;
yang telah ditetapkan pengasuhannya kepada ibu. Untuk mencapai tujuan tersebut&#13;
maka dalam pelaksanaanya terdapat kendala seperti egoisme dan tidak adanya itikad&#13;
baik dari mantan suami. Hambatan juga terjadi karena tidak adanya peraturan yang&#13;
jelas mengenai eksekusi terhadap putusan pengadilan tentang pengasuhan anak setelah&#13;
perceraian yang harusnya anak tersebut jatuh kepada ibu tapi diambil secara paksa oleh&#13;
bapaknya. Upaya yang dilakukan oleh ibu adalah dengan melakukan upaya hukum dan&#13;
meminta pendampingan kepada unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan&#13;
dan anak (UPTD PPA) untuk didampingi dalam proses pengabilan kembali anak&#13;
tersebut. &#13;
Disarankan kepada pemerintah untuk memperhatikan pemenuhan hak-hak anak&#13;
sebagai generasi penerus yang membanggakan.Disarankan kepada Pemerintah Aceh&#13;
supaya membentuk suatu peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan eksekusi bagi&#13;
anak yang diambil secara paksa oleh orang yang tidak hak. Disarankan juga kepada&#13;
Mahkamah Syar’iyah unutk memberi solusi terhadap anak yang diambil secara paksa&#13;
dan dengan tanpa hak oleh yang bukan pemegang hak asuhnya. Diharapkan adanya&#13;
aturan yang jelas dari pihak yang berwenang untuk melakukan eksekusi terhadap&#13;
putusan pengadilan tentang pengasuhan anak setelah perceraian dan yang anak tersebut&#13;
diambil secara paksa dikarenakan aturannya masih sangat tidak jelas. Disarankan&#13;
kepada orang tua yang hendak bercerai agar memperhatikan hak anak. Ibu dan bapak&#13;
selaku orang tua dari anak tersebut harusnya tetap kompak dalam mengurus anak&#13;
walaupun telah berpisah sehingga psikologis anak tidak terganggu dan mereka wajib&#13;
mengasuh serta mengasihi anak tersebut hingga dia mampu hidup mandiri.  &#13;
Kata Kunci: Perlindungan, Hak Keperdataan, Anak  &#13;
                                                           &#13;
*&#13;
 Mahasiswa &#13;
**&#13;
 Ketua Komisi Pembimbing &#13;
***&#13;
 Anggota Komisi Pembimbing &#13;
&#13;
&#13;
IMPLEMENTATION OF LEGAL PROTECTION FOR CHILDREN'S RIGHTS&#13;
IN DIVORCE &#13;
(A Study in Meulaboh and Jantho Syar'iyah Courts)&#13;
 &#13;
Resty Amelia &#13;
Azhari &#13;
2**&#13;
&#13;
Ilyas &#13;
3***&#13;
&#13;
 &#13;
1* &#13;
ABSTRACT&#13;
Divorce is the termination of marriage through the Court decision under the &#13;
request of one of the spouses on the grounds of stated in the regulation. Parent divorce&#13;
is a serious predicament for underage children, as children at that age require their&#13;
parents' love and affection. Even after a divorce, a parent must ensure that their&#13;
children's rights are satisfied, such as the rights for education, affection, and custody.&#13;
In the provisions of Article 105 of the Compilation of Islamic Law, the custody for&#13;
children under twelve years old (mumayyiz), generally falls into the mother. However,&#13;
in practice, although the Court has granted custody to the mother, sometimes the father&#13;
(ex-husband) forcefully takes the children (violating the Court order) which is unfair&#13;
for both mother and children. &#13;
This research aims to (1) understand the application of legal protection on&#13;
Children's rights after their parents' divorce in Meulaboh and Jantho Syar'iyah Court;&#13;
(2) understand the obstacles in implementing the Decision of Meulaboh and Jantho&#13;
Syar'iyah Courts, in term of children custody; (3) understand the legal effort that may&#13;
be used by the mother on her ex-husband violation to the custody agreement, which is&#13;
related to legal protection on children's rights. &#13;
This paper uses a juridical empirical method which is legal research and aims&#13;
to perceive law as a concrete fact and studies how the law works in real life. The&#13;
research applies a qualitative approach. A qualitative approach is a method of analysis&#13;
that results in descriptive analysis data, which means that the respondent provides the&#13;
data, whether in writing, verbal, or behaviour. The data then will be studied as a unit. &#13;
The result shows that children's rights must be satisfied by their divorced&#13;
parents. The parent must prioritise their children's psychology and future. After&#13;
divorce, custody battle is unnecessary, as the law has regulated issues on child custody. &#13;
However, in reality, the custody battle often occurs. In this case, children are forcibly&#13;
taken by their fathers, whereas the mother (the lawful party) tries to bring them back.&#13;
The ex-husband’s egoism and absence of goodwill become the main reason for such&#13;
issues. The mother may file a lawsuit or request for an ad litem (guardian) to the&#13;
Regional Technical Unit on Protection of Women and Children (UPTD PPA) to&#13;
support the retrieval (of children) process.  &#13;
As the legacy of the future, the Aceh Government should give their attention to&#13;
the fulfilment of Children's rights. In addition, Syar'iyah Court should provide a&#13;
solution for the ex-spouse violation of custody (agreement). It is hoped that there is a&#13;
definite regulation from the responsible party—the party that is authorized to execute&#13;
the decision for ex-spouse's violation—because the existing law is still uncertain. For&#13;
parents that wish to divorce, must be thoughtful to the child rights. As a mother and&#13;
father for their child, a parent must work together in taking care of their children.&#13;
Therefore, though they are divorced, their children's psychology remains undisturbed.&#13;
The parent is obligated to raise their children until the children can live independently. &#13;
Key Words: Protection, Civil Right, Children  &#13;
                                                           &#13;
1*&#13;
 The Master’s Student &#13;
2**&#13;
 The Head of Supervisory Committee &#13;
3***&#13;
 The Member of Supervisory Committee</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>78909</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-24 17:40:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-25 11:48:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>