<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6039">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI DAN LIMPARNTIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dessy Florenstina Br. G</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran histopatologik hati dan limpa tikus putih (Rattus norvegicus) akibat mengonsumsi minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih jantan dengan berat badan 250-300 g. Tikus dikelompokkan menjadi 4 kelompok perlakuan, diadaptasikan selama satu minggu dalam kandang percobaan dengan pemberian pakan dan minum secara ad libitum. Minggu kedua sampai minggu ke delapan tikus diberi minyak jelantah per oral setiap hari dengan dosis 1 cc. Kelompok 1 tikus diberi minyak goreng curah (kontrol). Kelompok 2 tikus diberi minyak jelantah 3 kali pakai. Kelompok 3 tikus diberi minyak jelantah 6 kali pakai. Kelompok 4 tikus diberi minyak jelantah 9 kali pakai. Selanjutnya tikus dieutanasi, kemudian dinekropsi. Organ hati dan limpa tikus putih diambil dan dimasukkan ke dalam Buffered Neutral Formalin (BNF) 10% untuk fiksasi, selanjutnya dilakukan proses pembuatan preparat histopatologis dan diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (H&amp;E). Hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif dengan sistem scoring. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan jumlah degenerasi cloudy swelling dan nekrosis pada hati serta hipersellulariti pulpa alba pada limpa. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa  banyaknya frekuensi penggunaan minyak jelantah dapat memengaruhi peningkatkan level degenerasi cloudy swelling dan nekrosis pada hati serta peningkatan hiperselullariti pada limpa.</note>
 <subject authority="">
  <topic>HEART DISEASES - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.12</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-05-09 11:27:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-09 10:50:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>