<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="59398">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RANTAI NILAI KOMODITAS KELAPA DENGAN PENDEKATAN TOWS (THREATS, OPPORTUNITY, WEAKNESS, STRENGHT) (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>TEUPAH SELATAN KABUPATEN SIMEULUE)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deski Ilhami Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kelapa sering disebut pohon kehidupan karena pada semua bagiannya dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kabupaten Simeulue merupakan salah satu daerah kepulauan di Provinsi Aceh yang memiliki luas lahan perkebunan kelapa mencapai 4.423 ha dengan jumlah produksi 12,638 hon/tahun. Akan tetapi, pemanfaatan dari buah kelapa yang dihasilkan belum secara sepenuhnya dilakukan sehingga banyak bagian dari buah kelapa seperti sabut, tempurung, isi dan air  yang terbuang menjadi Waste. Analisis rantai nilai dilakukan untuk mengidentifikasi pemanfataan dari hasil buah kelapa, yang selanjutnya dilakukan peningkatan pada masing-masing bagian dalam chain sehingga menghasilkan value. Metode TOWS digunakan untuk  menganalisis faktor eksternal dan internal dalam upaya peningkatan hasil samping buah kelapa dengan memberikan nilai skor yang diperoleh dari hasil observasi melalui wawancara, pada masing-masing faktor yang disajikan dalam tabel EFAS dan IFAS. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing chain berada di kuadran I dan memiliki nilai skor faktor internal yakni sabut 4,25; daging buah 4,25 lebih dominan dibandingkan faktor eksternal kecuali tempurung yang memiliki nilai faktor eksternal lebih dominan yakni 4,65 dibanding faktor internalnya. Hal ini dipengaruhi karena nilai faktor strenght yang lebih tinggi dibandingkan nilai faktor lainnya. Sehingga upaya peningkatan rantai nilai hasil samping buah kelapa memiliki peluang besar untuk dikembangkan dipasaran. Selain itu juga diperoleh 4 rekomendasi strategi penguatan rantai nilai dalam menjalankan bisnis hasil samping buah kelapa.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kelapa, Analis Rantai Nilai, TOWS, IFAS dan EFAS</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>59398</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-24 14:30:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-24 14:57:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>