Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN WARUNG KOPI DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
AUFAR RIVQI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1305102010061
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kehadiran warung kopi di Kota Banda Aceh menjadi sebuah wadah yang dapat memberikan tempat bagi masyarakat Aceh pada umumnya untuk menjalin komunikasi satu sama lain. Warung kopi merupakan opsi masyarakat Kota Banda Aceh sebagai tempat perkumpulan, interaksi, dan memperoleh informasi. Pada masa sekarang warung kopi di Kota Banda Aceh semakin banyak ditemukan dikarenakana proses globalisasi yang lebih maju. Pada dasarnya warung kopi di Aceh, hanya sebatas tempat perkumpulan orang-orang yang menikmati kopi. Tetapi semakin berkembangnya zaman dengan kehadiran warung kopi di Kota Banda Aceh sekarang ini, selain menjadikan tempat perkumpulan penikmat kopi dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, konsumen dapat melakukan berbagai aktifitas lain di warung kopi, baik berupa bisnis, pekerjaan, dan pembahasan perkuliahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap keberadaan warung kopi di Kota Banda Aceh. Penentuan lokasi penelitian ini di Kota Banda Aceh dengan pertimbangan bahwa Kota Banda Aceh memiliki warung kopi yang setiap tahunnya berkembang dan memiliki jumlah pengunjung paling banyak. Objek dari penelitian ini adalah 5 warung kopi yang memiliki pengunjung ramai dan salah satunya adalah warung kopi pertama di Kota Banda Aceh Solong Ulee Kareng. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen yang berada di warung kopi dan berjumlah 50 orang responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan kuesioner dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi bahwa keberadaan warung kopi sekarang ini menjadi salah satu ruang publik yang mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat dengan berbagai fasilitas-fasilitas yang ditawarkan dan berbagai menu makanan/minuman. Namun beberapa masyarakat memiliki persepsi bahwa dengan adanya warung kopi masyarakat menjadi lupa waktu hingga 3-5 jam berada di warung kopi dan bahkan tidak menggunakan fasilitas sebagai mana mestinya terutama bagi kalangan mahasiswa.
Diharapkan untuk konsumen warung kopi terutama mahasiswa agar dapat mengatur waktu dengan baik sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak lupa waktu pada saat berada di warung kopi dan dapat menggunakan fasilitas-fasilitas hanya untuk kepentingan. Selanjutnya bagi pemilik warung kopi yang belum memiliki fasilitas yang memadai agar dapat memberikan fasilitas yang sesuai, sehingga memiliki keuntungan tersendiri bagi pemilik warung kopi.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN WARUNG KOPI DI KOTA BANDA ACEH (AUFAR RIVQI, 2018)
PERKEMBANGAN WARUNG KOPI DI KOTA BANDA ACEH (1974-2017) (Muammar, 2018)
PEREMPUAN DAN WARUNG KOPI (ANALISIS TERHADAP PERILAKU PEREMPUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT DIKOTA BANDA ACEH) (rany permata sari, 2014)
MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL MASYARAKAT BANDA ACEH DI WARUNG KOPI (STUDI PADA WARUNG KOPI SOLONG MINI LAMPINEUNG KOTA BANDA ACEH) (FACHRUL ACHYAR, 2016)
ANALISIS PEMUSATAN PERTUMBUHAN USAHA WARUNG KOPI DI KOTA BANDA ACEH (M.rizal Iswandi, 2018)