<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="38270">
 <titleInfo>
  <title>“PERENCANAAN PELEDAKAN DENGAN MENERAPKAN KONSEP MINE TO MILL OPTIMISATION UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ALAT GALI MUAT DAN CRUSHER PADA LIMESTONE QUARRY PT LAFARGE CEMENT INDONESIA”</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YURIZQIE RAMADHANA PRATAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode pengeboran dan peledakan Indonesia merupakan salah satu kegiatan utama pada aktivtas penambangan di limestone quarry PT Lafarge Cement. Pada kenyataannya ukuran fragmen batuan hasil peledakan aktual masih belum cukup baik yaitu berkisar antara 750 cm – 1500 cm sehingga alat gali muat CAT 390 D dan crusher belum dapat bekerja secara optimal. Perencanaan peledakan dengan menerapkan konsep mine to mill optimisation merupakan alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja alat gali muat dan crusher. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan terhadap geometri peledakan aktual dengan menerapkan konsep mine to mill optimisation untuk meningkatkan kinerja alat gali muat dan crusher dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Pada penelitian ini dihasilkan 5 (lima) alternatif geometri peledakan dan waktu tunda usulan yang disesuaikan dengan kondisi struktur geologi pada area penambangan berdasarkan teori peledakan CJ Konya dan rule of thumb Dyno Nobel. Dari hasil pengolahan dan analisa data, bahwa seluruh geometri peledakan usulan memiliki dampak terhadap lingkungan yang berada di bawah ambang batas maksimum. Geometri peledakan usulan Konya desain 1 dapat diterapkan pada kondisi struktur geologi yang baik, Dyno Nobel desain 1 dapat diterapkan pada kondisi struktur geologi dengan tingkat rekahan yang tidak terlalu rapat terdapat beberapa massa batuan yang berbentuk blok serta Dyno Nobel desain 2 dapat diterapkan pada kondisi struktur geologi massa batuan yang buruk untuk medapatkan hasil peledakan yang baik. Geometri peledakan Konya desain 1 menghasilkan persentase ukuran batuan yang optimum bagi alat gali muat sebesar 82,04% serta kebutuhan daya oleh mesin crusher yang paling efesien yaitu sebesar 0,627 kWh/Ton.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>38270</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-29 11:49:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-29 12:12:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>