<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21154">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KEKUATAN TARIK FIBER AMPAS TEBU AKIBAT PENGERINGAN DENGAN PANAS MATAHARI DAN SUHU RUANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tjut Aqsha Annatasya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Nama			:   Tjut Aqsha Annatasya &#13;
Program Studi		:   Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Judul			:   Evaluasi Kekuatan Tarik Fiber Ampas Tebu Akibat Proses &#13;
    Pengeringan dengan Panas Matahari dan Suhu Ruang. &#13;
&#13;
Penggunaan fiber ampas tebu sebagai fiber penguat alami telah banyak dilakukan.  Fiber ampas tebu jika dibandingkan dengan fiber UHMWPE memiliki kelebihan antara lain murah serta mudah didapatkan. Sebelum dapat digunakan fibernya, ampas tebu harus melalui beberapa tahap pengolahan serta pengeringan terlebih dahulu. Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air, meningkatkan kerapatan, menjaga kestabilan dimensi dan menghindari serangan jamur. Proses pengeringan dapat mempengaruhi sifat fisik dan mekanik fiber alami. Penelitian ini menggunakan 20 buah sampel yang dibagi menjadi 2 kelompok. Sampel pada setiap kelompok perlakuan berjumlah 10 buah sampel yang merupakan fiber ampas tebu yang dikeringkan didalam suhu ruang dan fiber ampas tebu yang dikeringkan dengan panas matahari. Bentuk sampel sesuai dengan ASTM D638 dengan panjang 63,5 mm dan lebar 9,53 mm. Hasil penelitian menunjukkan rerata simpangan baku + kekuatan tarik fiber yang dikeringkan dengan suhu ruang dan fiber ampas tebu yang dikeringkan dengan panas matahari yaitu sebesar 22,767 + 6,619 dan 32,026 + 10,47. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan kekuatan tarik yang bermakna antara fiber yang dikeringkan dengan suhu ruang dan fiber yang dikeringkan dengan panas matahari (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>BAGASSE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOSITE WOODS</topic>
 </subject>
 <classification>674.83&#13;
</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>21154</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-04-19 13:59:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-29 09:06:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>