<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715715">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KARAKTERISTIK PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RIZKI RAHMADANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan disparitas Pendapatan&#13;
Asli Daerah (PAD) antarprovinsi di Indonesia selama periode 2015–2024 serta&#13;
implikasinya terhadap tingkat kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini&#13;
menggunakan data sekunder yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan&#13;
Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan dengan cakupan 34 provinsi di&#13;
Indonesia. Metode analisis yang digunakan meliputi rasio kontribusi, rasio&#13;
pertumbuhan, rasio elastisitas, serta analisis tren.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur PAD provinsi di Indonesia secara&#13;
umum didominasi oleh pajak daerah dengan kontribusi di atas 50 persen terhadap&#13;
total PAD. Provinsi dengan basis ekonomi kuat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat,&#13;
dan Jawa Timur memiliki kontribusi pajak yang sangat dominan, mencerminkan&#13;
tingkat kemandirian fiskal yang relatif tinggi. Sebaliknya, beberapa provinsi di&#13;
kawasan Indonesia Timur menunjukkan kontribusi pajak yang lebih rendah dan&#13;
ketergantungan yang lebih besar pada komponen lain-lain PAD yang sah. Selain&#13;
itu, terdapat disparitas kapasitas fiskal yang signifikan antarprovinsi, di mana&#13;
provinsi di Pulau Jawa memiliki nilai PAD yang jauh lebih tinggi dibandingkan&#13;
provinsi di kawasan timur Indonesia.&#13;
Dari sisi pertumbuhan, PAD mengalami fluktuasi selama periode penelitian, dengan&#13;
penurunan pada tahun 2020 akibat pandemi dan diikuti oleh pemulihan pada tahuntahun&#13;
berikutnya.&#13;
Analisis&#13;
elastisitas&#13;
menunjukkan&#13;
bahwa&#13;
tidak&#13;
semua&#13;
komponen&#13;
&#13;
PAD&#13;
&#13;
memiliki sensitivitas yang sama terhadap perubahan total PAD, yang&#13;
mengindikasikan adanya perbedaan efektivitas dalam pengelolaan sumber&#13;
pendapatan daerah.&#13;
Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah, karakteristik PAD, disparitas fiskal,&#13;
kemandirian fiskal. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715715</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-28 14:36:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-28 14:54:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>