<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715697">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN TOJOK KELAPA SAWIT ERGONOMIS MENGGUNAKAN DATA ANTROPOMETRI DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHANNA ZULFI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aktivitas memindahkan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pabrik masih banyak menggunakan alat manual berupa tojok. Penggunaan alat yang belum memperhatikan aspek ergonomi dapat menimbulkan kelelahan kerja dan meningkatkan risiko gangguan musculoskeletal pada pekerja. Oleh karena itu, diperlukan rancangan tojok yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan ukuran tubuh pekerja. Penelitian ini bertujuan merancang tojok kelapa sawit yang ergonomis dengan menggunakan pendekatan antropometri dan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian dilakukan pada pekerja bagian sortasi di PT Blang Ketumba, Bireuen dengan jumlah responden sebanyak 15 orang yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data kebutuhan konsumen dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data antropometri diperoleh melalui pengukuran langsung terhadap responden. Metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam karakteristik teknis produk melalui penyusunan House of Quality (HOQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan dimensi tojok yang diusulkan meliputi panjang keseluruhan tojok sebesar 116 cm, panjang batang tojok sebesar 90 cm, panjang area pegangan 19 cm, lebar pegangan 16 cm, serta diameter pegangan dan diameter batang tojok masing-masing 3 cm. Berdasarkan analisis HOQ, karakteristik teknis dengan prioritas tertinggi adalah panjang tojok dengan nilai normalized contribution 0,169, diikuti bentuk pegangan sebesar 0,137, dan kesesuaian antropometri pengguna sebesar 0,107. Rancangan alat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas jangkauan kerja, kestabilan genggaman, serta kenyamanan dan keamanan penggunaan alat bagi pekerja.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: 	tojok kelapa sawit, ergonomi, antropometri, Quality Function Deployment (QFD), House of Quality (HOQ) &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715697</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-27 15:58:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-27 16:51:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>