<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715663">
 <titleInfo>
  <title>KUALITAS UDARA DAN KENYAMANAN TERMAL PADA PUSAT KEBUGARAN KHUSUS WANITA DI KOTA BANDA ACEHRN(STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>ZUMBA WAWA BARATA, BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki Putri Pona</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pusat kebugaran khusus perempuan di Banda Aceh berkembang pesat sebagai fasilitas olahraga yang menunjang kesehatan wanita, tetapi perhatian terhadap kualitas udara dalam ruangan dan tingkat kenyamanan termal masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi aktual kualitas udara serta kenyamanan termal di pusat kebugaran wanita Zumba Wawa Barata, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengukuran langsung di lapangan terhadap variabel suhu, tingkat kelembapan udara, kadar CO₂, konsentrasi PM₂.₅, dan perhitungan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), disertai survei persepsi kenyamanan dari pengguna. Hasil pengukuran memperlihatkan suhu di area gym dan ruang senam mencapai 35-39 °C, melampaui standar nyaman ASHRAE 55 yang menetapkan kisaran 22-26 °C. Tingkat kelembapan tercatat pada rentang 50-70%, sedikit melewati batasan ideal 30-60%, sementara kadar CO₂ (381-435 ppm) masih dalam ambang batas aman ASHRAE 62.1 (≤1000 ppm). Untuk konsentrasi PM₂.₅ mengalami lonjakan drastis hingga &gt;800 µg/m³ saat jam ramai (16.00-18.00 WIB), sangat melampaui standar WHO 25 µg/m³ (24 jam) dan menunjukkan kualitas udara yang sangat tidak sehat karena penumpukan partikel debu, keringat, dan sistem sirkulasi udara yang kurang optimal. Indeks WBGT menunjukkan angka 28-30,7 °C, melebihi batasan yang mengindikasikan adanya risiko heat stres saat melakukan aktivitas dengan intensitas sedang hingga tinggi. Persepsi pengguna mendukung temuan pengukuran, dengan mayoritas responden mengeluhkan ruangan yang terasa panas, sesak, dan mudah menimbulkan kelelahan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara dan kenyamanan termal di pusat kebugaran tersebut belum sesuai dengan standar kesehatan dan kenyamanan. Rekomendasi yang diberikan meliputi perbaikan sistem ventilasi alami dan mekanik, pengaturan kapasitas peserta tiap sesi latihan, serta pemantauan kualitas udara secara rutin guna mewujudkan lingkungan berolahraga yang sehat dan nyaman bagi perempuan.&#13;
Kata Kunci: kualitas udara, kenyamanan termal, pusat kebugaran, ASHRAE, ventilasi alami, SNI&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715663</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 16:55:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 17:02:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>