Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TANGGUNG JAWAB (AYAH) TERHADAP ANAK SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
Muhammad nazariyady - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Teuku Muttaqin Mansur - 197909052008121002 - Dosen Pembimbing I
Lena Farsia - 197505052000122001 - Penguji
Teuku Saiful - 197401042000031001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1903101010311
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Muhammad Nazariyady,
(2025)
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA (AYAH)
TERHADAP ANAK SETELAH TERJADINYA
PERCERAIAN
(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Mahkamah
Syar’iyah Kota Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(68) pp., bibl.
(Prof.Dr.Teuku Muttaqin Mansur, M.H.)
Perceraian merupakan peristiwa hukum yang tidak hanya mengakhiri hubungan
perkawinan antara suami dan istri, tetapi juga menimbulkan konsekuensi terhadap anak yang
lahir dalam perkawinan tersebut. Dalam ketentuan hukum di Indonesia, meskipun terjadi
perceraian, kedua orang tua tetap memiliki kewajiban untuk memelihara dan mendidik anak,
dengan ayah sebagai pihak yang bertanggung jawab utama dalam pemenuhan nafkah dan
biaya pendidikan. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan tanggung jawab tersebut
seringkali tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan tanggung
jawab orang tua, khususnya ayah, terhadap anak setelah perceraian, mengidentifikasi faktorfaktor
yang menyebabkan tidak terpenuhinya kewajiban tersebut, serta mengkaji upaya
penyelesaian hukum yang dapat ditempuh apabila hak anak diabaikan. Penelitian ini
menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, yang diperoleh melalui
studi lapangan dan didukung oleh bahan hukum sekunder berupa peraturan perundangundangan,
literatur,
serta
pendapat
para
ahli.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab ayah terhadap anak pasca
perceraian mencakup pemenuhan kebutuhan nafkah, pendidikan, kasih sayang, serta
perlindungan hukum. Akan tetapi, terdapat berbagai faktor yang menghambat pelaksanaan
kewajiban tersebut, antara lain kondisi ekonomi yang tidak memadai, konflik
berkepanjangan antara mantan pasangan, serta rendahnya kesadaran dan tanggung jawab
dari pihak ayah itu sendiri.
Dalam hal terjadinya pengabaian terhadap hak anak, penyelesaian dapat ditempuh
melalui jalur hukum, seperti pengajuan gugatan ke pengadilan maupun melalui mediasi.
Hakim dalam memutus perkara umumnya mengedepankan asas kepentingan terbaik bagi
anak agar hak-haknya tetap terlindungi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran yang lebih
tinggi dari orang tua serta peran aktif lembaga peradilan dan pemerintah dalam menjamin
terpenuhinya hak anak setelah perceraian.
Tidak Tersedia Deskripsi
SANKSI PERDATA DALAM PENEGAKAN HAK ANAK UNTUK MEMPEROLEH BIAYA PENDIDIKAN DARI AYAH PASCA PERCERAIAN ( SUATU PENELITIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BIREUEN ) (MUAMMAR FAJARA, 2026)
TANGGUNG JAWAB (AYAH) TERHADAP ANAK SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH) (Muhammad nazariyady, 2026)
NAFKAH HADHANAH ANAK SETELAH PERCERAIAN KARENA CERAI GUGAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH) (Ramadhani Melisa Dewi, 2025)
PENERAPAN ASAS MEMPERSULITRNTERJADINYA PERCERAIAN DI RNMAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH (CUT HUSNA FAUZIVA, 2015)
TINJAUAN HUKUM TERHADAP CERAI GUGAT (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IAH KOTA BANDA ACEH) (CUT THARI DITYA, 2020)