PERAN DINAS SOSIAL ACEH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN UNTUK ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM (STUDI KASUS UPTD RUMOH SEUJAHTERA JROH NAGUNA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN DINAS SOSIAL ACEH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN UNTUK ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM (STUDI KASUS UPTD RUMOH SEUJAHTERA JROH NAGUNA)


Pengarang

Mahfud Imanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Afrijal - 199104182020121003 - Dosen Pembimbing I
Mukhrijal - 198810202017011101 - Penguji
Nurul Kamaly - 199503262022032011 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2110104010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


Fenomena Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) merupakan permasalahan sosial yang kompleks yang memerlukan penanganan tidak hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga melalui rehabilitasi sosial berbasis pendidikan dan keterampilan. Peran pemerintah, khususnya Dinas Sosial, menjadi sangat penting dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial anak agar dapat kembali berfungsi secara optimal di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Provinsi Aceh dalam pengembangan pendidikan dan keterampilan bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan teori peran menurut Biddle dan Thomas yang meliputi indikator expectation (harapan), norm (norma), performance (wujud perilaku), serta evaluation dan sanction (penilaian dan sanksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Aceh memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan dan keterampilan bagi ABH melalui program pembinaan pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan mental sosial, serta pembinaan keagamaan. Pelaksanaan peran tersebut telah berjalan sesuai dengan indikator teori peran, meskipun belum optimal. Hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan anggaran serta latar belakang sosial dan psikologis anak yang beragam, yang memengaruhi efektivitas program pembinaan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Dinas Sosial Aceh meningkatkan alokasi anggaran, memperkuat koordinasi antar lembaga, serta mengembangkan program pembinaan yang lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan dan kondisi psikologis anak. Selain itu, keterlibatan keluarga dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi dan reintegrasi sosial ABH.

Kata Kunci: Peran Dinas Sosial, Pendidikan dan Keterampilan, Anak Berhadapan dengan Hukum, Rehabilitasi Sosial. UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna

The phenomenon of children in conflict with the law (CICL) represents a complex social problem that requires not only legal approaches but also social rehabilitation through education and skills development. The role of the government, particularly the Social Service, is crucial in supporting the recovery process and social reintegration of children so they can function properly within society. This study aims to analyze the role of the Aceh Social Service in developing education and skills for children in conflict with the law and to identify the obstacles faced in its implementation at UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis uses the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. This study also applies role theory by Biddle and Thomas, which includes indicators of expectation, norm, performance, as well as evaluation and sanction. The results show that the Aceh Social Service plays a strategic role in developing education and skills for children in conflict with the law through educational programs, vocational training, mental and social guidance, and religious development. The implementation of these roles aligns with the indicators of role theory, although it has not been fully optimal. The main obstacles include limited budget and the diverse social and psychological backgrounds of the children, which affect the effectiveness of the programs. Based on the findings, it is recommended that the Aceh Social Service increase budget allocation, strengthen inter-agency coordination, and develop more adaptive programs tailored to the psychological conditions and needs of the children. In addition, the involvement of families and communities should be enhanced to support the success of rehabilitation and social reintegration. Keywords: Role of Social Service, Education and Skills Development, Children in Conflict with the Law, Social Rehabilitation. UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna

Citation



    SERVICES DESK