<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715637">
 <titleInfo>
  <title>BULLYING DALAM KOMUNIKASI VIRTUAL PADA PEMAIN PUBG DI DISCORD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ATTARIQ HAFIDZ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola interaksi sosial dalam komunitas game daring, termasuk dalam permainan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Salah satu konsekuensi dari intensitas komunikasi tersebut adalah munculnya perilaku agresif berupa tindakan bullying yang dilakukan melalui fitur voice chat pada platform Discord. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi pemain PUBG terhadap perilaku bullying dalam  komunikasi virtual di Discord, mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan, serta menganalis upaya penanggulangannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik, yang menekankan bahwa makna dibangun melalui proses interaksi sosial dan penggunaan simbol-simbol seperti ujaran, nada suara dan istilah khusus lainnya yang dapat membentuk persepsi diri, identitas kelompok dan relasi kuasa antar pemain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur yang dilakukan dengan lima orang pemain PUBG dan pengguna Discord. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemain terhadap bullying di Discord cenderung memandang perilaku tersebut sebagai hal yang normal dalam permainan kompetitif. Namun persepsi tersebut menjadi negatif ketika tindakan yang dilakukan bersifat berulang, menargetkan individu secara spesifik, menimbulkan ketidaknyamanan dan mengandung unsur diskriminatif. Bullying berdampak secara psikologis, emosional, dan sosial, seperti menurunnya kepercayaan diri, munculnya perasaan sedih, marah, dan kesal, serta kecenderungan menarik diri dan membatasi interaksi dalam tim. Upaya penanggulangan dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran etika komunikasi, pengendalian bahasa, penguatan aturan komunitas, peran aktif moderator, serta penerapan sistem pelaporan dan sanksi seperti mute, kick, dan banned untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih aman. Kata Kunci : Bullying, Discord, Interaksi Simbolik, PUBG, Komunikasi Virtual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 12:55:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 14:36:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>