<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715615">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI SENSOR THERMAL UAV UNTUK MONITORING POPULASI MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS, RAFFLES 1821) DI PTPN IV REGIONAL VI LANGSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AURA AULIA HUMAIROH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>UAV sering dikenal sebagai drone, berupa pesawat tanpa pilot yang dapat dioperasikan dari jarak jauh dengan sistem computer. Sensor thermal pada UAV dapat mendeteksi panas tubuh satwa, penerbangan drone menampilkan primata yang berukuran kecil cukup sulit untuk dideteksi, seperti dalam penelitian ini digunakan untuk memantau populasi monyet ekor panjang yang berkembang pesat di sekitar perkebunan kelapa sawit yang menimbulkan dampak negatif berupa penurunan hasil panen akibat serangan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi jumlah populasi dan menguji waktu pengaplikasian monitoring sensor thermal untuk pemantauan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis, Rafflesia 1821) yang berada di PTPN IV Regional VI Langsa. &#13;
	Penelitian ini menggunakan metode survei dengan UAV thermal sebagai metode utama dilakukan dua kali pada pagi hari antara jam (05.00 - 07.00 WIB) dan malam hari jam (21.00 - 24.00 WIB) dengan dua jalur yang berbeda pada pagi dan malam hari mengikuti jalur yang sudah ditentukan dan metode (line transect method) sebagai metode pendukung dilakukan pada pagi hari (05.00-07.00 WIB). Pengambilan data pada luasan 10.000 ha menggunakan intensitas sampling 0,2% diperoleh 20 plot pengamatan berada di dua kebun yaitu kebun baru dan kebun lama area PTPN. &#13;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa monitoring jumlah populasi monyet ekor panjang dengan UAV thermal menggunakan perhitungan nilai digital number (DN) didapatkan sebanyak 625 dengan plot 20 titik pengamatan di blok dan afdeling berbeda. Perhitungan jumlah populasi monyet ekor panjang memiliki perbandingan persentase populasi pada jalur penerbangan drone, dengan nilai persentase dominan dengan selisih 1% perhitungan. Pada jalur 12 mencapai 22% dan pada jalur 13 mencapai 21% di jalur penerbangan UAV. Lokasi kedua jalur ini berada di kebun baru afdeling (1) satu, jalur 12 berada di blok 13.12 E dan 12.11 E, sedangkan jalur 13 berada di blok 11.18 F. Penerbangan UAV thermal memiliki rentang dengan suhu tertentu, suhu yang tepat saat melakukan penerbangan yaitu pada pukul 05.00 - 07.00 dan pukul 21.00 - 24.00 dengan suhu rata-rata 25.2 °C. Suhu udara maksimal UAV thermal dalam menangkap gambar yaitu kisaran 19 - 29 °C. Maka dapat dipastikan bahwa pada pengamatan dengan kondisi suhu</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715615</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 11:03:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 11:06:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>