Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGHDALAM KONTEN MEDIUM UGLY PADA AKUN TIKTOK @CUT FEBRINA S
Pengarang
Hijrah Mirna - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Fadlan Barakah - 199008092022031003 - Dosen Pembimbing I
Bukhari - 197505242009121001 - Penguji
Cut Lusi Chairun Nisak - 199103022022032004 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2210101010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pada era digital ini dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, standar
kecantikan telah mengalami transformasi yang signifikan. Media sosial Tiktok
telah mampu menampilkan citra ideal yang dapat mempengaruhi cara pandang
masyarakat terhadap penampilan fisik maupun sikap. Pada saat ini, adanya media
sosial Tiktok yang terus-menerus memuculkan pandangan masyarakat tentang
kecantikan yang terlalu tinggi. Banyak orang yang merasa tertekan untuk
memenuhi standar kecantikan yang tinggi dimana sering sekali ditampilkan di
media sosial. Di Tengah adanya tekanan dalam memenuhi standar kecantikan
yang tinggi, kini muncul konsep baru yang disebut dengan “Medium Ugly”.
Medium ugly ini mengacu pada seseorang yang memiliki penampilan fisik dengan
dibawah standar kecantikan, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri yang
dimiliki oleh seseorang. Kata-kata seperti Medium ugly ini sempat ramai
dibincangkan dan muncul sejak akhir tahun 2024 sampai dengan saat ini, yang
mana istilah ini digunakan untuk menujukkan penilaian terhadap sesorang yang
dianggap mempunyai penampilan fisik yang tidak terlalu menarik, akan tetapi
mereka juga tidak bisa dikatakan kurang manarik. Dengan demikian, penelitian
bertujuan untuk menganalisis konsep dari Medium Ugly dengan menggunakan
teori Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data
berupa wawancara bersama Cut Febrina Sabatini selaku pembuat konten. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa wacana medium ugly ini mengandung makna
yang berhubungan dengan standar kecantikan di media sosial. Melalui konten
tersebut Cut Febrina berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan medium
ugly bahwa wajah yang tidak memenuhi standar kecantikan bukanlah hal yang
harus dipermasalahkan, justru sesuatu yang wajar dan tetapi bisa dirayakan. Ia
memposisikan dirinya sebagai representasi bahwa setiap orang mempunyai
keunikan masing-masing yang tetap layak diterima.
Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Medium Ugly, Standar Kecantikan
ABSTRACT In this digital era and increasingly rapid technological developments, beauty standards have undergone a significant transformation. Tiktok social media has been able to display an ideal image that can influence people's perception of physical appearance and attitude. At this time, the existence of Tiktok social media constantly raises people's views about beauty that are too high. Many people feel pressured to meet the high standards of beauty that are often displayed on social media. In the midst of the pressure to meet high beauty standards, a new concept called "Medium Ugly" has emerged. This ugly medium refers to a person who has a physical appearance below the standard of beauty, but also has its own uniqueness that a person has. Words like Medium ugly have been widely discussed and appear since the end of 2024 until now, where this term is used to show the judgment of someone who is considered to have a physical appearance that is not very attractive, but they also cannot be said to be less attractive. Thus, the study aims to analyze the concept of the Medium Ugly using the theory of Critical Discourse Analysis from Norman Fairclough. The research method used is a qualitative method, namely by collecting data in the form of an interview with Cut Febrina Sabatini as the content creator. The results of this study show that the discourse of this medium ugly contains meanings related to beauty standards on social media. Through this content, Cut Febrina tries to describe and explain the medium ugly that a face that does not meet beauty standards is not something that should be a problem, rather something that is natural and can be celebrated. He positions himself as a representation that everyone has their own uniqueness that is still worthy of acceptance. Keywords: Critical Discourse Analysis, Medium Ugly, Beauty Standards
ANALISIS WACANA KRITIS KONTEN FEMININE ENERGY (STUDI KOMPARATIF PADA AKUN TIKTOK @FEMINIYOU, DAN @TANIAMILEST) (Rayva Viozola, 2026)
ANALISA KONTEN DAKWAH PADA AKUN FELIX SIAUW (FELIX.SIAUW) DI TIKTOK (Siti Nurhalizah, 2025)
PENGGUNAAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA KAMPANYE ISU KEBERSIHAN LINGKUNGAN (STUDI NETNOGRAFI PADA AKUN TIKTOK @PANDAWARAGROUP) (Juliyana Ananda Fahlin, 2024)
PENGARUH TERPAAN KONTEN TIKTOK PADA AKUN @FARHANZUBEDI TERHADAP PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA SISWA SMA SWASTA BUDI AGUNG MEDAN (NABILA SAIFANA KAMEL, 2026)
PROMOSI CAGAR BUDAYA RUMOH CUT NYAK DHIEN MELALUI MEDIA SOSIAL PIHAK KETIGA (TRIA RISKINA BALQIS, 2025)