<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715603">
 <titleInfo>
  <title>DYNAMIC GOVERNANCE  PENINGKATAN INFRASTRUKTUR STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM DALAM MENDUKUNG ELECTRIC MOBILITY DI PLN KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAID ALI AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Transisi menuju kendaraan listrik merupakan agenda strategis pemerintah Indonesia dalam mencapai target net zero emission tahun 2060. Namun, pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di daerah masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan jumlah dan dukungan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep Dynamic Governance dalam pengembangan SPKLU serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan infrastruktur tersebut untuk mendukung electric mobility di Kota Banda Aceh. Kajian ini menggunakan kerangka teori Dynamic Governance yang dikemukakan oleh Putra (2021), yang dioperasionalkan melalui enam indikator utama: thinking ahead, thinking again, thinking across, agile process, culture, dan able people. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tujuh orang yang dipilih secara purposive, terdiri dari Dinas ESDM Aceh, PT PLN UP3 Banda Aceh, akademisi, serta pengguna kendaraan listrik dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Dynamic Governance masih bersifat parsial. Perencanaan penambahan SPKLU belum menjadi prioritas kebijakan daerah, kolaborasi lintas sektor terbatas, dan inovasi kebijakan belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan infrastruktur meliputi lemahnya prioritas kebijakan, rendahnya adopsi teknologi fast charging, persepsi range anxiety di kalangan masyarakat, serta kapasitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyoroti perlunya kebijakan adaptif untuk mengakselerasi pengembangan SPKLU di daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan pengembangan SPKLU memerlukan tata kelola yang adaptif dan kolaboratif dengan kepemimpinan yang kuat dari pemerintah daerah. Penguatan regulasi, peningkatan sosialisasi, serta kemitraan strategis dengan sektor swasta menjadi rekomendasi utama untuk mewujudkan ekosistem electric mobility yang berkelanjutan di Kota Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Dynamic Governance, SPKLU, Electric mobility, Infrastruktur, Kebijakan Energi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715603</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 10:18:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 10:20:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>