<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715567">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI BADAN PERTANAHAN NASIONAL DALAM MEMAKSIMALKAN SERTIFIKASI HAK KEPEMILIKAN ATAS TANAH DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TASYA NURAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh masalah sertifikasi tanah masih menjadi masalah yang perlu dibenahi oleh pemerintah, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat masyarakat mengenai pentingnya untuk melakukan sertifikasi hak kepemilikan atas tanah. Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Pertanahan Nasional menjalankan beberapa strategi dalam upaya memaksimalkan sertifikasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam memaksimalkan sertifikasi hak kepemilikan atas tanah di Kota Banda Aceh serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi BPN dalam memaksimalkan sertifikasi hak kepemilikan atas tanah di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini dilakukan melalui beberapa upaya, yaitu pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pemanfaatan teknologi melalui aplikasi digital seperti “Sentuh Tanahku” dan pemanfaatan media sosisal melalui platform Instagram, penyederhanaan prosedur administrasi, serta kolaborasi dengan perangkat desa, dan kemitraan bersama Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan akses informasi, keadaan ekonomi masyarakat, serta ketidakhadiran pemilik tanah saat proses verifikasi data tanah dan pengukuran tanah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kinerja dalam pelaksanaan sertifikasi tanah masih memerlukan penguatan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat mengintensifkan sosialisasi secara merata, tidak hanya melalui media sosial tetapi juga melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, meningkatkan transparansi terkait rincian biaya yang harus dikeluarkan masyarakat saat pendaftaran tanah, dan Meningkatkan koordinasi dengan aparat desa serta masyarakat sebelum pelaksanaan pengukuran, terutama apabila pemilik tanah yang akan diukur tidak berada di lokasi.&#13;
Kata Kunci: Strategi, BPN, Sertifikasi Tanah, Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1715567</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 17:44:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-24 09:05:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>